PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, memberikan apresiasi mendalam terhadap penyelenggaraan Kemah Pemuda Lintas Agama yang diinisiasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pangkalpinang. Kegiatan yang memasuki tahun kelima ini digelar di Pondok Pesantren Daar El Ihsan, Pangkalpinang.
Pada hari kedua pelaksanaan kegiatan, Sabtu (20/6/2026), Sugeng Indrawan hadir langsung sebagai narasumber untuk memaparkan materi bertajuk “Penerapan Ekoteologi dan Peran Generasi Muda Dalam Menjaga Kelestarian Alam”.
Dalam pemaparannya, Sugeng menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kerukunan dan kepedulian lingkungan sejak dini, khususnya bagi generasi muda yang masih duduk di bangku SMP dan SMA. Menurutnya, melalui wadah seperti FKUB, para pemuda dapat melatih diri untuk mengelola keberagaman di tengah kehidupan sosial.
“Kegiatan ini sangat baik karena membentuk pemahaman bahwa kita bisa hidup berdampingan secara harmonis dengan sahabat-sahabat yang berbeda keyakinan, tanpa membedakan latar belakang agama maupun pendidikan,” ujar Sugeng saat diwawancarai di lokasi kegiatan, Sabtu (20/6).
Lebih lanjut, Sugeng berharap agar kegiatan Kemah Pemuda Lintas Agama ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial atau pencitraan. Ia mendorong adanya aksi nyata yang berkelanjutan dan dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat maupun para peserta setelah sesi klasikal ini berakhir.
Sebagai bentuk implementasi dari materi ekoteologi, Sugeng turut membagikan pengalaman sukses Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dalam mengelola lingkungan. Lapas Pangkalpinang diketahui berhasil memanfaatkan lahan tidur yang tidak produktif menjadi lahan hijau melalui budidaya tanaman produktif serta pembuatan kompos yang dikerjakan oleh warga binaan.
“Kami di Lapas mencoba mengaplikasikan pelestarian alam ini melalui pemanfaatan lahan produktif bagi warga binaan. Kami berharap hal-hal positif seperti ini, minimal bisa direplikasi dan dilanjutkan oleh para peserta, pengurus serta santri di Pondok Pesantren Daar El Ihsan ini,” tambahnya.
Melalui edukasi lingkungan dan ekoteologi, Sugeng juga berharap generasi muda dapat menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif sehingga terhindar dari perbuatan negatif yang berpotensi membawa mereka terjerat hukum. Ia juga berharap komunitas pemuda lintas agama tahun 2026 ini terus eksis dan menjadi corong kerukunan umat beragama sekaligus pelopor pelestarian alam di Kota Pangkalpinang. (Gema)









