Aksi Nyata Ekoteologi: Tokoh Agama Pangkalpinang Sulap Lahan Tua Tunu Jadi Lumbung Pangan

oleh -323 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Sejumlah pengurus organisasi keagamaan dan tokoh pemuda di Kota Pangkalpinang bergerak bersama mendukung program ketahanan pangan nasional melalui aksi nyata di sektor pertanian. Mereka menggelar aksi penanaman bibit padi gogo di Lahan Kawasan Agrikultur, Kelurahan Tua Tunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Sabtu (17/10/2026).

 

banner 336x280

Giat kemitraan lintas organisasi ini dihadiri oleh Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pangkalpinang H. Delip Atmaja, Sekretaris I MUI Kota Pangkalpinang M. Kurnia, Sekretaris Terpilih Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pangkalpinang Indra Idris, Sekretaris Komunitas Sungai Ujung Pengkal Zamhari, serta Ketua Bidang Humas Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Gema Virgana.

 

Sekretaris Komunitas Sungai Ujung Pengkal sekaligus Tokoh Pemuda Tua Tunu, Zamhari, menjelaskan bahwa lahan yang digarap tersebut merupakan tanah adat desa dengan luas mencapai hampir 10 hektar.

“Pengelolaan kawasan ini diserahkan kepada beberapa organisasi kemasyarakatan maupun keagamaan untuk dimanfaatkan secara produktif. Kami menanam berbagai jenis tanaman pangan yang menghasilkan, khususnya padi gogo, guna mendukung secara langsung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Zamhari di lokasi penanaman.

 

Zamhari menambahkan, pemilihan padi gogo (padi lahan kering) sangat cocok dengan karakteristik lahan agrikultur lokal di Tua Tunu. Inisiatif ini juga diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda dan masyarakat sekitar untuk kembali melirik potensi sektor pertanian setempat.

 

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kota Pangkalpinang yang juga mewakili Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H. Delip Atmaja, menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini tidak hanya sekadar penanaman fisik, melainkan bentuk pengejawantahan dari visi keagamaan yang berwawasan lingkungan.

 

“Program ini sangat sejalan dengan Asta Protas Kemenag, khususnya pada pilar penguatan Ekoteologi dan pemberdayaan ekonomi umat. Melalui sinergi lintas organisasi keagamaan dan elemen masyarakat ini, kita ingin mewujudkan kehadiran Kemenag yang nyata dan berdampak langsung bagi kemaslahatan warga,” ungkap Delip Atmaja.

Ia menggarisbawahi bahwa konsep Ekoteologi mengajarkan umat beragama untuk memelihara dan memanfaatkan alam secara bijak dan produktif demi kesejahteraan bersama.

 

Kehadiran para tokoh dari unsur kerukunan umat beragama seperti FKUB dan FPLA Bangka Belitung turut mempertegas bahwa isu ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang sanggup merajut kebersamaan lintas iman di Bangka Belitung.

 

Melalui penanaman awal padi gogo di tanah adat Tua Tunu Indah ini, para pengurus organisasi berharap hasil panen mendatang tidak hanya menopang kebutuhan pangan lokal, tetapi juga menjadi simpul penguat kemandirian ekonomi berbasis komunitas di Kota Pangkalpinang. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.