Sentil Tambang Timah hingga Ekoteologi, Pemuda Lintas Agama ‘Guncang’ Mimbar Ponpes Daar El-Ihsan!

oleh -473 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA, BERITA-FAKTA.COM – Suasana di dalam Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Daar El-Ihsan mendadak riuh oleh gemuruh tepuk tangan dan orasi yang membakar semangat. Sebanyak 14 pemuda dari berbagai latar belakang keyakinan unjuk gigi dalam lomba pidato yang menjadi bagian dari rangkaian Kemah Pemuda Lintas Agama, Sabtu (20/06). Jauh dari kesan kaku, mimbar pidato hari ini justru bertransformasi menjadi panggung kritis, di mana generasi muda membedah berbagai problem sosial dan lingkungan.

 

banner 336x280

Berdasarkan dokumen teknis acara, para peserta diberikan ruang untuk memilih satu dari beberapa tema krusial yang disediakan panitia. Tema-tema tersebut meliputi: Peran Pemuda Dalam Menjaga Harmoni Keberagamaan dan Merawat Ekosistem Guna Mewujudkan Alam Hijau, Pertambangan Timah apakah sesuai dengan konsep Ekoteologi?, Mengapa harus moderasi beragama?, Peran Pemuda Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, Peran Pemuda Dalam Pencegahan Bullying, Pengaruh media sosial bagi tatanan kehidupan masyarakat.

 

Dengan vokal yang lantang, para utusan pemuda ini bergantian naik ke atas podium. Ada yang menyoroti tajam dampak lingkungan akibat tambang timah dari kacamata iman, dan ada pula yang dengan emosional menggaungkan pentingnya melawan perundungan (bullying) serta jerat narkoba di kalangan generasi sebayanya.

 

Bobot materi yang bervariasi ini dinilai langsung oleh jajaran dewan juri, yaitu tokoh perempuan lintas budaya Hj. Maria Susanti, praktisi komunikasi Suryanto Tjandra, serta akademisi sekaligus penggerak sosial Hj. Dedek Sutinbuk.

 

Ditemui di sela-sela rekapitulasi nilai, Hj. Dedek Sutinbuk selaku perwakilan dewan juri tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya atas kedalaman substansi teks yang dibawakan oleh para peserta, terutama saat mereka mengaitkan isu agama dengan kelestarian alam.

 

“Saya sangat terharu sekaligus bangga melihat anak-anak muda ini berdiri di podium yang sama. Isu yang mereka angkat sangat berani dan kontekstual—mulai dari mempertanyakan etika tambang timah lewat konsep ekoteologi hingga cara mereka memandang esensi moderasi beragama di era digital,” ujar Hj. Dedek Sutinbuk dengan mata berbinar.

 

Senada dengan Hj. Dedek Sutinbuk, Hj. Maria Susanti juga menambahkan bahwa diferensiasi gagasan yang dibawa oleh masing-masing peserta menunjukkan kedewasaan berpikir yang luar biasa dalam merespons dinamika sosial saat ini.

 

“Mereka tidak hanya menghafal teks, tetapi berpidato dengan hati. Isu peduli lingkungan, anti-bullying, dan penolakan terhadap narkoba yang mereka suarakan adalah potret bahwa pemuda lintas agama siap menjadi benteng moral bangsa. Siapa pun yang keluar sebagai juara hari ini, esensinya seluruh peserta adalah pemenang karena telah menjadi agen perubahan nyata,” tegasnya.

 

Acara yang berlangsung hingga sore hari ini berhasil memukau ratusan pasang mata yang hadir, termasuk para santri pesantren setempat yang bertindak sebagai tuan rumah. Tepuk tangan riuh tidak hanya diberikan saat peserta selesai berpidato, tetapi juga ketika antarpeserta yang berbeda iman saling berjabat tangan dan bertukar pikiran di balik panggung.

 

Kemah Pemuda Lintas Agama ini membuktikan bahwa sekat-sekat perbedaan dapat dijembatani melalui ruang dialog yang sehat, kritis, dan kreatif demi merawat tenun kebangsaan serta menjaga bumi tetap hijau. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.