Dari Pulau Mansinam, PESPARAWI XIV Nasional Menanam Iman, Persatuan, dan Harapan bagi Bumi Indonesia

oleh -311 Dilihat
oleh
banner 468x60

MANOKWARI, BERITA-FAKTA.COM — Semangat pujian dan syukur yang menjadi ruh Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) XIV Nasional Tahun 2026 tidak hanya bergema melalui lantunan lagu rohani. Dari Pulau Mansinam, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026), semangat itu diwujudkan dalam aksi nyata melalui gerakan penanaman pohon yang melibatkan kontingen dari 38 provinsi se-Indonesia.

 

banner 336x280

Di pulau yang dikenal sebagai “Pulau Injil”, tempat pertama kali Injil masuk ke Tanah Papua, ratusan peserta menanam bibit pohon yang dibawa dari daerah masing-masing. Aksi tersebut menjadi simbol kuat persatuan bangsa, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus komitmen untuk merawat ciptaan Tuhan bagi generasi mendatang.

 

Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Bibit-bibit yang ditanam bukan sekadar tanaman penghijauan, melainkan menjadi penanda tumbuhnya harapan, persaudaraan, dan tanggung jawab bersama menjaga bumi.

 

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Jeane Marie Tulung, menegaskan bahwa iman yang diwujudkan dalam nyanyian dan pujian selama PESPARAWI harus berlanjut dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi sesama dan lingkungan.

 

“Iman yang dinyanyikan melalui pujian dan lagu-lagu rohani dalam PESPARAWI harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama dan alam ciptaan Tuhan,” ujarnya.

 

Menurut Jeane, gerakan penanaman pohon tersebut memiliki makna mendalam. Selain menjadi bentuk pelestarian alam sebagai ciptaan Tuhan, kegiatan itu juga mencerminkan harmoni antara seni, iman, dan lingkungan, sekaligus menjadi simbol pertumbuhan iman serta harapan bagi masa depan.

 

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh kontingen dari 38 provinsi yang membawa bibit pohon dari daerah masing-masing untuk ditanam di Tanah Papua. Kehadiran bibit-bibit dari berbagai penjuru Nusantara itu menjadi lambang persatuan, kebersamaan, dan persaudaraan dalam keberagaman.

 

Senada dengan itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Asisten I Sekretariat Daerah, Syior Albert Ortisanz Marani, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni dalam rangkaian PESPARAWI, melainkan sebuah komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan.

 

“Melalui gerakan penanaman pohon ini, kita tidak hanya menanam bibit kehidupan bagi alam, tetapi juga menanam nilai persatuan, toleransi, dan harmoni antarumat beragama,” katanya.

 

Menurutnya, Pulau Mansinam memiliki arti yang sangat penting, bukan hanya sebagai situs sejarah penyebaran Injil di Papua, tetapi juga sebagai simbol persaudaraan, toleransi, dan kerukunan yang terus hidup dalam masyarakat Papua hingga saat ini.

 

Pesan yang sama disampaikan Ketua Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama RI, Helmi Nasaruddin Umar. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk mengambil peran aktif sebagai pelopor pelestarian lingkungan.

 

Baginya, menanam pohon bukan sekadar aktivitas penghijauan, melainkan investasi kehidupan yang akan dinikmati oleh generasi mendatang.

 

“Ketika seorang perempuan menanam pohon, sesungguhnya ia sedang menanam kehidupan dan menanam harapan untuk masa depan,” ungkapnya.

 

Gerakan penanaman pohon di Pulau Mansinam ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Program Prioritas Kementerian Agama dalam penguatan Ekoteologi serta dukungan terhadap agenda pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

 

Dari tanah yang menjadi saksi awal masuknya terang Injil di Papua, pesan tentang pentingnya menjaga bumi kembali disuarakan. Di tengah semarak PESPARAWI XIV Nasional 2026, Pulau Mansinam tidak hanya menjadi tempat mengenang sejarah iman, tetapi juga ruang menumbuhkan kesadaran bahwa merawat alam, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kerukunan adalah panggilan bersama seluruh anak bangsa.

 

Melalui bibit-bibit yang kini tertanam di tanah Mansinam, peserta PESPARAWI meninggalkan jejak yang lebih dari sekadar kenangan. Mereka menanam harapan—bahwa iman yang hidup akan terus bertumbuh, sebagaimana pohon-pohon yang kelak menaungi generasi Indonesia di masa depan.

Sumber : Humas Kanwil Kemenag Babel

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.