PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Sebuah insiden yang membahayakan keselamatan pengguna jalan terjadi di kawasan Simpang Empat Jalan Jembatan Emas, Kota Pangkalpinang. Satu unit semen kemasan besar (jumbo bag/goodie bag) terjatuh dari sebuah mobil angkutan barang tepat di tengah badan jalan raya.Rabu,(8/7) Siang
Berdasarkan pantauan dan keterangan warga di lokasi kejadian, material semen berkapasitas besar tersebut tercecer dan menghalangi sebagian jalur lalu lintas. Jatuhnya muatan ini diduga kuat akibat kelalaian dalam prosedur keselamatan pengangkutan barang.
Menurut pengakuan sopir truk angkutan yang bersangkutan, muatan semen kemasan besar tersebut baru saja diturunkan dari kawasan Pelabuhan Pangkal Balam. Rencananya, komoditas material bangunan ini akan dibawa menuju gudang penyimpanan yang berlokasi di Tanjung Gunung.
Gudang di Tanjung Gunung tersebut diketahui merupakan fasilitas pengelolaan beton cor (ready mix) yang menyuplai kebutuhan proyek-proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Bangka Belitung, khususnya di Pulau Bangka.
Warga setempat dan pengendara yang melintas menyayangkan kelalaian pihak pengelola angkutan. Menurut penuturan warga, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut semen berbobot berat tersebut tidak dilengkapi dengan bak pelindung yang memadai. Lebih parahnya lagi, muatan berukuran besar itu diangkut tanpa adanya ikatan pengaman (tali/chain) yang standar.
“Angkutan seperti ini sangat membahayakan. Mobilnya tidak pakai bak, ditambah lagi muatannya tidak diikat dengan pengaman. Untung saat jatuh tidak menimpa pengendara sepeda motor di belakangnya,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Insiden jatuhnya material di Simpang Empat Jembatan Emas ini menambah daftar panjang evaluasi terhadap kelayakan truk logistik di Kota Pangkalpinang. Jalur Jembatan Emas hingga Pangkal Balam merupakan urat nadi distribusi material bangunan dan logistik utama di Pulau Bangka.
Keberadaan muatan tanpa pengaman statis di jalan raya tidak hanya berpotensi merusak fasilitas jalan umum akibat ceceran material, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas fatal bagi pengguna jalan lainnya. Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak berwenang segera melakukan penertiban terhadap truk-truk bermuatan besar yang mengabaikan standar keselamatan kerja dan lalu lintas (safety driving). (4WD)









