PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Di tengah gempuran arus modernisasi dan dinamika sosial yang kian kompleks, ketahanan keluarga kini menjadi benteng utama dalam menangkal degradasi moral. Menyadari krusialnya peran tersebut, ratusan kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kota Pangkalpinang berkumpul untuk memperkuat fondasi domestik melalui pendekatan spiritual dan hukum.
Bertempat di Ruang Pertemuan Rumah Dinas Walikota Pangkalpinang, Selasa (07/07), suasana khidmat menyelimuti jalannya kajian keagamaan yang menghadirkan Penghulu Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Zikri Khatami, sebagai penceramah utama.
Mengangkat tema besar “Membangun Ketahanan Keluarga melalui Penguatan Nilai-Nilai Agama dan Budaya Sadar Hukum”, kegiatan ini lantas bertransformasi menjadi ruang dialog interaktif yang mempertemukan aspek teologis dan yuridis dalam bingkai rumah tangga.
Dalam tausiyahnya, Zikri Khatami menekankan bahwa keluarga bukan sekadar unit sosial terkecil dalam masyarakat, melainkan institusi pertama (madrasatul ula) tempat karakter generasi penerus bangsa dibentuk. Oleh karena itu, sinergi antara pemahaman agama yang inklusif dan kepatuhan terhadap hukum mutlak diperlukan.
“Keluarga yang kokoh tidak hanya dibangun di atas landasan cinta, tetapi juga di atas pilar pemahaman agama yang matang serta kesadaran hukum yang tinggi. Ketika seorang ibu—sebagai motor penggerak PKK—memiliki kesadaran hukum dan pemahaman agama yang baik, maka ia akan mampu membentengi seluruh anggota keluarganya dari potensi pelanggaran hukum maupun krisis moral,” ujar Zikri di hadapan jemaah.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa budaya sadar hukum yang dimulai dari lingkup terkecil, seperti menghormati hak sesama anggota keluarga dan menyelesaikan konflik domestik dengan kepala dingin, merupakan cerminan dari pengamalan nilai-nilai keagamaan yang substantif.
Agenda strategis ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh kurang lebih 200 peserta yang memadati aula yang diketuai oleh Ny. Susanti Saparudin selaku Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang. Jemaah yang hadir merangkum seluruh elemen struktur organisasi, mulai dari: Pengurus TP PKK Tingkat Kota Pangkalpinang, tingkat kecamatan hingga tingkat kelurahan se-Kota Pangkalpinang.
Kehadiran para kader dari akar rumput (grassroots) ini diharapkan dapat menjadi penyambung lidah (agent of change) untuk mentransfer poin-poin penting kajian langsung ke tengah-tengah masyarakat di wilayah masing-masing.
Pihak TP PKK Kota Pangkalpinang mengapresiasi kolaborasi bersama Kemenag Pangkalpinang ini. Melalui kajian berkala, para kader PKK tidak hanya dibekali dengan kemampuan manajerial organisasi dan program kerja teknis, melainkan juga asupan spiritual yang me-recharge semangat pengabdian mereka.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta aktif berkonsultasi mengenai dinamika problematika rumah tangga kontemporer, hukum pernikahan, hingga strategi komunikasi efektif dalam keluarga islami demi mewujudkan Pangkalpinang yang harmonis dan religius. (Imelda)









