Penyiar Islam Tanah Bangka: Makam dari Karang Jadi Saksi Abang Pahang

oleh -256 Dilihat
oleh
banner 468x60

Bangka Barat, Berita-Fakta — Di Kompleks Pemakaman Kute Seribu, Kota Mentok, Bangka Barat, terdapat makam bersejarah Tumenggung Pertama Pulau Bangka, Abang Pahang, yang bergelar Dita Menggala.

Makam ini menjadi saksi bisu kepemimpinan pada abad ke-18 dan menyimpan nilai sejarah yang penting bagi masyarakat Bangka Belitung.

banner 336x280

Berdasarkan informasi dari sejarawan dan budayawan Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, nisan makam Abang Pahang memiliki ukuran 217 x 77 cm dengan jirat berundak polos tanpa hiasan.

Nisan yang terbuat dari batu karang ini dihiasi motif suluran dan tumpat tunggal pada keempat sisinya.

 

Inskripsi pada nisan bagian kepala bertuliskan dalam huruf Arab Melayu, “Wafat kepada 12 hari bulan,” sementara pada bagian kaki tertulis, “Safar malam Ahad 1252 H, Datuk alamat pemegang buyut Bangka.”

Abang Pahang, anak dari Wan Abdul Khalik, diperkirakan lahir pada 1714 dan wafat pada 12 Safar 1202 Hijriah atau 22 November 1787.

Ia diangkat sebagai Tumenggung pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Najamuddin I Adikusumo (1757-1776), menggantikan posisi Rangga yang sebelumnya dijabat Rangga Usman.

Masa kepemimpinannya berlangsung sekitar 1757-1780 dengan pusat kekuasaan di Kota Mentok.

Menurut catatan F. S. A. De Clercq dalam Bijdragen Tot De Taal, Land, En Volkenkunde (1895), Sultan memutuskan untuk mengangkat seorang Tumenggung di Mentok untuk memerintah Pulau Bangka.

Abang Pahang, yang juga dikenal sebagai Abang Pang Besar, dipilih sebagai keturunan Wan Awang untuk jabatan ini dan diberi gelar Tumenggung Dita Menggala.

Pangkatnya setara dengan Tumenggung di Palembang, dengan kekuasaan yang serupa dengan Rangga sebelumnya.

Selama masa pemerintahannya, Abang Pahang membangun Masjid di Mentok atas izin Sultan, dengan sebagian material kayu didatangkan dari Palembang.

Ia juga mendirikan Kute Seribu dan pangkalan-pangkalan sebagai pusat administrasi pertambangan timah serta hubungan dengan pedagang dari Siam, Tiongkok, dan bangsa lainnya.

Sultan juga mengangkat seorang Penghulu dan Imam untuk mendampingi tugas-tugasnya.

Makam Abang Pahang Tumenggung Dita Menggala kini menjadi destinasi sejarah yang menarik perhatian wisatawan dan peneliti.

Keberadaannya tidak hanya mencerminkan warisan budaya, tetapi juga peran strategis Bangka dalam perdagangan dan pemerintahan pada masa lampau.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.