Warisan Budaya Tenun Cual yang Dijaga Maslina Yazid Bersama PT TIMAH Tbk

oleh -1249 Dilihat
oleh
banner 468x60

Pangkalpinang, Berita-Fakta.com — Tenun Cual bukan sekadar kain, melainkan simbol warisan budaya yang kaya makna di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan motif beragam yang mencerminkan keindahan alam dan nilai filosofis, kain cual menjadi kebanggaan masyarakat Bangka.

Di balik keindahan tenunan benang sutra dan emas ini, ada kisah inspiratif dari perajin seperti Maslina Yazid yang dengan penuh dedikasi melestarikan tenun cual Bangka. Maslina Yazid, seorang perajin tenun cual Bangka, telah puluhan tahun menekuni profesi ini.

banner 336x280

Bersama PT TIMAH Tbk, ia tak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mempromosikan kain cual melalui berbagai motif yang menggambarkan identitas Bangka Belitung. “Cual berasal dari kata ‘Celupan Awal’, yaitu benang putih atau sutra yang diolah dengan proses khusus. Setiap motif dan warna memiliki nilai filosofis,” ungkap Maslina, seperti dikutip pada Jumat (24/10/2025).

Tenun cual Bangka memiliki beragam motif, seperti kembang setaman, kembang sepatu, kembang melati, kembang kenanga, hingga balok timah. Beberapa motif bahkan telah mendapatkan hak paten. Menurut Maslina, setiap motif memiliki makna mendalam. “Motif kembang kenanga sangat diminati karena pernah meraih bintang 4 di lomba nasional. Warna emas kuning melambangkan keagungan raja, merah marun untuk anak muda, ungu untuk janda, dan hitam untuk upacara kematian,” jelasnya.

Proses pembuatan kain cual tidaklah mudah. Untuk menghasilkan selembar kain, dibutuhkan waktu minimal 12 hari hingga satu tahun, tergantung tingkat kerumitan motif. Karena prosesnya yang rumit, harga kain cual pun cukup tinggi, mulai dari Rp3 juta hingga ratusan juta. “Saya juga memiliki koleksi cual kuno yang bernilai ratusan juta,” tambah Maslina.

Meski memiliki nilai budaya dan ekonomi yang tinggi, melestarikan tenun cual menghadapi tantangan, terutama minimnya minat generasi muda untuk menjadi penenun. Untuk mengatasi hal ini, Maslina aktif mengedukasi pelajar dan mahasiswa di sekolah dan kampus tentang proses menenun cual. “Banyak yang tertarik, tapi sedikit yang mau menekuni karena kesibukan lain,” ungkapnya.

Dukungan PT TIMAH Tbk sejak 1990 menjadi pendorong utama bagi Maslina. Selain bantuan modal, perusahaan ini juga memberikan pelatihan, memfasilitasi pemasaran, dan menggelar pameran untuk mempromosikan tenun cual. “Setiap pameran yang difasilitasi PT TIMAH, produk saya selalu laku. Dukungan ini membantu kami terus berkarya,” ujarnya.

Maslina juga terus berinovasi dengan menciptakan motif baru, seperti motif balok timah dan pinang mas, yang terinspirasi dari kekayaan lokal Bangka Belitung. “Terima kasih kepada PT TIMAH Tbk yang luar biasa mendukung perajin seperti saya,” tambahnya.

Maslina berharap generasi muda tidak malu menjadi perajin tenun cual. “Kalau dijalani dengan sungguh-sungguh, profesi ini bisa membanggakan seperti profesi lain. Mari jaga budaya kita agar tidak punah,” pesannya.(Adv/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.