Pabrik Solder Rp 1 Triliun Lari ke Batam, Bangka Belitung Kehilangan Potensi Ekonomi

oleh -304 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA — Investasi pabrik solder senilai Rp 1 triliun oleh PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak perusahaan Arsari Tambang, yang awalnya diharapkan menjadi angin segar bagi Bangka Belitung, justru berlabuh di Batam.

Keputusan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat Babel, yang merasa daerahnya hanya menjadi sumber eksploitasi tanpa manfaat nyata.

banner 336x280

Fahrizan, tokoh pemuda Bangka Belitung, mengecam keras langkah yang diambil perusahaan Arsari Tambang.

“PT Mitra Sarana Prima (MSP), induk perusahaan yang menguasai beberapa Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Babel, tak peduli pada kerusakan lingkungan yang mereka tinggalkan,” ujarnya, Jumat (11/7/2025).

Menurutnya, investasi sebesar ini seharusnya memperkuat ekonomi lokal melalui pembangunan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja bagi putra-putri daerah.

Fahrizan, yang juga inisiator gugatan UU Minerba ke Mahkamah Konstitusi, menyebut janji hilirisasi yang digaungkan hanyalah ilusi.

“Pabrik solder ini seharusnya jadi fondasi ekonomi Babel, bukan sekadar janji kosong,” tegas pria yang akrab disapa Buntuk ini.

Ia menyoroti minimnya tanggung jawab sosial dan lingkungan dari Arsari Tambang, yang dianggap hanya mengeruk kekayaan timah tanpa memberikan nilai tambah bagi Babel.

Resmikan Pabrik Solder

Pada 10 Mei 2024, Hashim S. Djojohadikusumo, pimpinan Arsari Tambang, meresmikan groundbreaking pabrik solder di Batam.

Dengan kapasitas awal 2.000 ton solder batangan per tahun dan target jangka panjang 16.000 ton produk solder lainnya, proyek ini digadang-gadang sebagai wujud komitmen hilirisasi nasional.

“Ini langkah menuju industri pertambangan yang bertanggung jawab,” klaim Hashim.

Namun, Fahrizan menilai pernyataan tersebut hanyalah pencitraan semata di hadapan nasional.

“Keuntungan dan kelestarian lingkungan tak pernah sejalan. Babel hanya kebagian kerusakan, sementara keuntungan mengalir ke Batam,” kritiknya.

Ia menegaskan, eksploitasi sumber daya Babel tanpa kontribusi nyata bagi daerah hanya memperparah kerugian lingkungan dan ekonomi lokal.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.