BANGKA,BERITA-FAKTA.COM : Blokade mendadak di akses jalan umum ke kawasan Jeliti, Sungailiat oleh Satgas Timah menuai protes keras dari masyarakat. Kebijakan ini dituding mematikan ekonomi rakyat dan hanya menguntungkan segelintir mitra PT Timah.
BANGKA – Entah ‘ilmu’ apa yang kini merasuk Tim Satgas Timah Bangka Belitung. Berdasarkan pantauan awak media dan kesaksian warga setempat, akses jalan menuju kawasan Smelter di Jeliti Sungailiat Bangka, yang notabene adalah fasilitas umum (fasum) masyarakat, telah diblokade secara sepihak selama beberapa hari terakhir.
Tampak dalam gambar , beberapa petugas, diduga anggota Satgas Timah, berjaga dan menyetop ketat setiap kendaraan, khususnya mobil, yang hendak melintas.
Blokade ini bukan tanpa tujuan. Menurut keterangan warga yang ditemui di lokasi, setiap kendaraan pengangkut pasir timah kini wajib disuruh memutar balik dan mengirimkan hasil tambangnya melalui Mitra PT Timah.
Aksi ini sontak memicu kegeraman publik. Masyarakat menilai kebijakan Satgas Timah sudah “kelewatan” dan terkesan tebang pilih, mengabaikan fungsi jalan sebagai urat nadi kegiatan sehari-hari.
”Beberapa hari ini ada tim yang menjaga. Setiap pasir yang bawa pasir timah, maka akan disuruh muter dan mengirimkan timahnya yang di duga ke PT Timah melalui Mitra. Ini sudah raup abu, tidak lagi memikirkan perekonomian masyarakat yang saat ini sedang tersulit,” ujar seorang warga setempat dengan nada kecewa.
Sorotan tajam diarahkan pada para perusahaan yang menjadi Mitra PT Timah. Warga menduga, blokade ini menjadi karpet merah bagi mitra-mitra tersebut untuk menikmati hasil timah yang melimpah, bahkan yang berasal dari tambang ilegal masyarakat di luar Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.
”Alangkah enaknya para perusahaan yang menjadi Mitra PT Timah, hanya bermodalkan izin Mitra kerjasama dengan PT Timah tanpa mengeluarkan modal apa-apa. Tiba-tiba menikmati hasil pasir Timah yang berlimpah, walaupun pasir timah tersebut bukan berasal dari IUP PT Timah,” kritik sumber lain yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini membuat masyarakat Jeliti merasa tidak berdaya dan tidak percaya lagi terhadap tindakan Satgas Timah. Mereka berharap pihak berwenang segera mencabut blokade jalan fasum ini dan mengembalikan fungsi jalan agar aktivitas ekonomi rakyat dapat kembali berjalan normal tanpa intervensi yang merugikan.












