Ngopi Bareng Kapolres Bangka Barat, Ayak Izkar: Jangan Ada Jarak antara Polisi dan Masyarakat

oleh -59 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA BARAT,BERITA-FAKTA.COM — Membangun kepercayaan antara kepolisian dan masyarakat membutuhkan komunikasi yang terbuka serta kedekatan tanpa sekat. Masyarakat harus memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun persoalan yang terjadi di lingkungan mereka tanpa merasa takut atau sungkan kepada polisi.

 

banner 336x280

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ngopi Bareng Warga yang dilaksanakan Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., di Roterra Coffee, Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (4/11/2026) pagi.

 

Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Kapolres bersama Kapolsek Kelapa, para pejabat utama (PJU), serta personel Polres Bangka Barat berbaur langsung dengan masyarakat. Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk mempererat silaturahmi, bertukar informasi, sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait situasi kamtibmas.

 

Tokoh masyarakat Desa Kacung sekaligus pemilik tempat kegiatan, Izkar Rasyidi yang akrab disapa Ayak Izkar, menyambut positif pertemuan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkomunikasi secara langsung dengan kepolisian dalam suasana yang lebih terbuka dan bersahabat.

 

Ia menilai, hubungan antara polisi dan masyarakat tidak boleh dibatasi oleh jarak maupun rasa sungkan. Sebaliknya, keduanya harus saling terbuka dan membangun kepercayaan agar berbagai persoalan di lingkungan masyarakat dapat dibicarakan dan dicarikan solusi bersama.

 

“Jangan ada jarak antara polisi dengan masyarakat. Masyarakat tidak perlu takut untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan. Polisi hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat positif karena membuka ruang komunikasi dan kebersamaan,” ungkap Ayak Izkar.

 

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa membangun negeri membutuhkan keterlibatan seluruh komponen, baik institusi maupun masyarakat. Semua pihak harus bergandengan tangan, saling mendukung, dan mengambil peran dalam menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

“Negeri ini bisa dibangun apabila seluruh komponen, baik institusi maupun masyarakat, mau bergandengan tangan. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kebersamaan dan saling mendukung untuk membangun negeri yang kita cintai ini,” tambahnya.

 

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso menyampaikan bahwa kegiatan Ngopi Bareng Warga merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri untuk memperkuat kemitraan dan kepercayaan masyarakat.

 

Kapolres ingin memastikan masyarakat memiliki ruang komunikasi yang terbuka dengan kepolisian, sehingga warga tidak ragu menyampaikan informasi, kritik, saran, maupun pengaduan yang berkaitan dengan persoalan di lingkungan mereka.

 

“Kapolres mengajak masyarakat agar tidak takut atau ragu berkomunikasi dengan kepolisian. Polres Bangka Barat selalu terbuka menerima aspirasi dan keluhan masyarakat. Kami ingin Polri hadir sebagai mitra yang siap mendengarkan, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ujar IPTU Yos Sudarso.

 

Melalui kegiatan tersebut, Polres Bangka Barat berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin erat. Sebab, menjaga keamanan dan membangun negeri bukan pekerjaan satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kepedulian seluruh elemen.

 

Dari ruang kebersamaan, tumbuh komunikasi. Dari komunikasi, terbangun kepercayaan. Polisi dan masyarakat harus terus bergandengan tangan demi menjaga keamanan, persatuan, dan keutuhan negeri. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.