Nestapa Kaki Kolonial Belanda di Pulau Bangka: Makam Irene Mathilde Ehrencron di Kerkhof Pangkalpinang

oleh -309 Dilihat
oleh
banner 468x60

Pangkalpinang, Berita-Fakta — Di antara lebih dari 100 makam Belanda dan Jepang di kompleks pemakaman Kerkhof Pangkalpinang, Jalan Hormen Maddati, terdapat satu makam yang menonjol karena keunikan dan usianya: makam Irene Mathilde Ehrencron.

Makam ini menjadi saksi bisu sejarah kolonial di Kepulauan Bangka Belitung, yang mulai digunakan sejak ibu kota Keresidenan Bangka en Onderh. berpindah dari Muntok ke Pangkalpinang pada 3 September 1913.

banner 336x280

 

Makam Irene Mathilde Ehrencron, yang wafat pada 10 Maret 1928, memiliki ciri khas dengan penutup besar dan inskripsi berbahasa Belanda:

Hier Rust Vrouwe Irene Mathilde Ehrencron gehefde echtgenoote van L.L.H.R. Scipio Blume, Geb. 28 Januari 1883, Overl. 10 Maart 1928”dan “rust zacht lieve doode!”.

Dalam bahasa Indonesia, inskripsi ini berarti: “Di sini bersemayam Lady Irene Mathilde Ehrencron, istri tercinta L.L.H.R. Scipio Blume, lahir 28 Januari 1883, meninggal 10 Maret 1928. Beristirahatlah dengan tenang, almarhumah!”

 

L.L.H.R. Scipio Blume: Notaris Ternama di Pangkalpinang

Lodewijk Leonardus Hubertus Richard Scipio Blume, suami Irene Mathilde Ehrencron, adalah notaris terkenal di Pangkalpinang pada masa kolonial Belanda.

Ia menjabat sebagai notaris selama pemerintahan Residen Fraser (1923–1925) dan Residen J.E. Edie (17 Mei 1925–3 Mei 1928).

Nama Scipio Blume tercatat dalam berbagai dokumen penting, termasuk pembentukan NV. MEBY (Maatschappij tot Exploitatie van Bioscopen en Ys Fabrieken) melalui akte notaris No. 11 pada 24 Januari 1924.

 

NV. MEBY, yang didirikan bersama pesero seperti Oen Kheng Boe, Oen Goan Hoei, Lay Djit Siong, dan Tan Eng Siang, mengelola sejumlah bioskop di Pangkalpinang, seperti Bioskop Surya (Aurora), Garuda, dan Banteng (Hebe).

Selain itu, perusahaan ini mengoperasikan pabrik es di Kacang Pedang, Restoran Kutub Utara (Noordpool), serta bioskop di Muntok, Belinyu, dan Toboali.

Kontribusi dalam Pembangunan Gereja

Scipio Blume juga berperan dalam pembangunan Kerkeraad Der Protestansche Gemeente (kini GPIB Maranatha Pangkalpinang) pada 1927.

Akta tanah untuk gereja ini disusun olehnya, menandai kontribusinya dalam pengembangan infrastruktur keagamaan di Pangkalpinang.

Warisan Sejarah di Kerkhof

Makam Irene Mathilde Ehrencron dan jejak L.L.H.R. Scipio Blume mencerminkan kehidupan kolonial Belanda di Pangkalpinang pada awal abad ke-20.

Kompleks Kerkhof, dengan makam-makam bersejarahnya, menjadi pengingat akan peran tokoh-tokoh seperti Scipio Blume dalam membentuk perkembangan sosial dan ekonomi di Bangka Belitung.

 

Sumber: Tokoh Akhmad Elvian Sejarahwan Babel

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.