Misteri Hilangnya Para ‘Cukong’ Timah Parittiga: Sembunyi atau Kebal Hukum?

oleh -58 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA BARAT, BERITA-FAKTA.COM– Publik di Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, kini tengah bertanya-tanya. Sejumlah nama besar yang kerap dijuluki sebagai “Cukong” timah ternama mendadak hilang dari peredaran dalam beberapa pekan terakhir.

 

banner 336x280

Berdasarkan penelusuran lapangan, nama-nama seperti Ajang, Agat, Ahon, dan Liku seolah “lenyap” dari pantauan publik. Padahal, rekam jejak mereka dalam industri timah di Bangka Barat sudah menjadi rahasia umum. Menariknya, meski sempat tersiar kabar rumah mereka digeledah oleh Tim Satgas Halilintar, aktivitas bisnis mereka disinyalir masih berjalan lancar di balik layar.

 

Para tokoh ini tidak hanya dikenal sebagai pemain besar di komoditas timah. Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya dugaan ekspansi kekayaan ke sektor perkebunan kelapa sawit yang sangat masif. Tidak main-main, lahan sawit mereka diduga merambah hingga puluhan hektar di kawasan Hutan Produksi (HP) dan Hutan Lindung (HL).

 

Seorang warga berinisial AN (30) mengungkapkan dugaannya saat ditemui di sebuah warung kopi di Parittiga pada Jumat (2/1/2026).

 

“Mungkin ini strateginya, uang dari hasil timah dialirkan ke puluhan hektar lahan sawit. Tujuannya supaya tidak terlalu mencolok kalau mereka ini sebenarnya pemasok timah terbesar di Kecamatan Parittiga,” ujar AN kepada Radakbabel.

 

Meski nama mereka kerap menghiasi pemberitaan media online dan menjadi buah bibir, para kolektor timah kecil yang bernaung di bawah mereka dilaporkan tetap melakukan transaksi pembelian bijih timah seperti biasa. Kondisi ini menciptakan anomali di tengah masyarakat.

 

Senada dengan AN, seorang penambang berinisial DK (50) juga menyatakan keheranannya. Menurutnya, status para cukong ini seperti “hantu” yang sulit tersentuh hukum secara tuntas.

 

“Apakah mereka ini memang sedang disembunyikan, atau benar-benar dikejar? Kami warga kecil bingung melihatnya,” cetus DK dengan nada tanya.

 

Situasi ini menuai polemik dan tanda tanya besar mengenai integritas penegakan hukum di Bumi Sejiran Setason. Masyarakat menanti ketegasan aparat terkait aktivitas di lahan hutan lindung serta transparansi penanganan perkara para cukong tersebut.

 

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Radakbabel masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, baik dari sisi Kepolisian maupun Satgas Halilintar, guna mendapatkan klarifikasi resmi atas hilangnya para oknum pengusaha tersebut. (Tim Radak Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.