Bangka, Berita-Fakta.com – Debat publik Pilkada Bangka 2025 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka di Gedung Pertemuan Hotel Pesona pada Rabu (20/8/2025) memicu kritik tajam dari pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2, Naziarto dan Usnen, yang dikenal dengan julukan “Bernas Bekumis”. Dalam sesi closing statement, paslon ini menyoroti kelalaian KPU Bangka yang dianggap tidak memasukkan isu perempuan dan Generasi Z sebagai materi debat.
Kritik terhadap KPU Bangka
Naziarto, perwakilan Paslon Bernas Bekumis, menyampaikan kekecewaannya atas minimnya perhatian terhadap dua isu strategis, yaitu pemberdayaan perempuan dan Generasi Z. “Kami dari Paslon 02 melihat dari awal debat tidak menyinggung isu perempuan,” ujar Naziarto. Menurutnya, kedua isu ini merupakan pilar krusial untuk pembangunan Kabupaten Bangka yang progresif.
Komitmen untuk Perempuan dan Gen Z
Paslon Bernas Bekumis menegaskan bahwa jika terpilih, mereka akan menjadikan perempuan sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Selain itu, mereka berkomitmen menciptakan program khusus untuk Generasi Z guna mempersiapkan generasi muda menyongsong visi Indonesia Emas 2045. “Gen Z adalah prioritas utama kami, karena merekalah yang akan meneruskan pembangunan ke depan,” tegas Naziarto.
Fokus pada Kesejahteraan ASN dan Honorer
Selain isu perempuan dan Gen Z, Paslon Bernas Bekumis juga berjanji meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja honorer. Mereka berencana meninjau ulang Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan honor untuk memastikan birokrasi yang lebih adil dan sejahtera.
Harapan untuk Bangka yang Inklusif
Pernyataan tegas Paslon Bernas Bekumis ini menjadi sorotan dalam debat publik Pilkada Bangka 2025. Dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, Generasi Z, dan kesejahteraan ASN, paslon ini berupaya menawarkan visi pembangunan yang inklusif dan berorientasi masa depan. Masyarakat Bangka kini menantikan langkah konkret dari para kandidat menjelang hari pencoblosan.













