Ironi Timah: Kala Bumi Bangka Melahirkan Bahan Mentah, Batam Justru Jadi Rahim Inovasi Hilirisasi

oleh -749 Dilihat
oleh
banner 468x60

BATAM, BERITA-FAKTA.COM – Sebuah ironi manis menyelimuti industri pertimahan Indonesia. Di tengah gemuruh tambang timah Bangka Belitung yang menyumbang mayoritas produksi nasional, babak baru hilirisasi mineral justru terpahat di Batam. Seakan menepis stigma hanya menjadi lumbung bahan mentah, PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak perusahaan Arsari Tambang, Kamis (10/7), meresmikan pabrik solder perdananya di Tunas Prima Industrial Estate, Batam. Sebuah monumen ambisi yang siap mengukir sejarah industri manufaktur tanah air.

 

banner 336x280

Bak tunas yang baru merekah, pabrik STANIA yang menempati lahan seluas 6.500 meter persegi ini telah melalui prosesi groundbreaking pada 10 Mei 2024 dan kini siap menghirup napas produksi. Kapasitas awal yang mencapai 2.000 ton solder batangan per tahun ini hanyalah prolog. Dalam visi jangka panjang, cakupan produksi akan melebar bak sayap elang, meliputi solder wire, powder, dan paste, dengan total volume melesat hingga 16.000 ton per tahun. Sebuah target pendapatan fantastis senilai Rp1 triliun pun terbayang di cakrawala, menjanjikan geliat pertumbuhan industri manufaktur berbasis mineral di persada negeri.

 

Hashim S. Djojohadikusumo, Komisaris Utama Arsari Tambang, berseru, “Peresmian pabrik solder ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendukung hilirisasi nasional dan menjawab tantangan global untuk transisi energi dan keberlanjutan. Ini adalah awal dari perjalanan panjang Arsari Tambang menuju industri pertambangan yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.” Ucapannya menggema, menandakan sebuah era baru di mana keuntungan dan kelestarian bergandengan tangan.

 

STANIA tak sekadar bicara hilirisasi, namun juga melukiskan komitmen keberlanjutan dengan tinta hijau. Seluruh operasional pabrik meminum energi dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) milik PLN yang telah disahkan melalui Renewable Energy Certificate (REC), menjadikannya oasis produksi bebas emisi. Bahkan, desain gedung pun menjelma potret efisiensi, dengan atap transparan yang leluasa membiarkan cahaya mentari menari di setiap sudut, meminimalisir ketergantungan pada listrik.

 

Aryo P. S. Djojohadikusumo, Direktur Utama Arsari Tambang, dengan nada optimis mengungkapkan, “PT Solder Tin Andalan Indonesia adalah bagian dari visi besar kami untuk membangun ekosistem industri timah dan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok global produk berbasis timah. Melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dan kerja sama strategis, kami ingin menunjukkan bahwa industri tambang bisa sekaligus menjadi pelopor keberlanjutan.” Sebuah cita-cita mulia yang menghapus stigma industri tambang sebagai perusak lingkungan.

 

Tak berhenti di situ, STANIA pun dengan tegas menyematkan komitmen untuk hanya merangkul bahan baku yang setia pada prinsip keberlanjutan. Sebuah Head of Agreement (HoA) telah ditandatangani dengan PT Freeport Indonesia untuk mengamankan pasokan timbal dan perak, dua mineral strategis yang bak denyut nadi bagi produksi solder berkualitas tinggi yang mengalir ke berbagai produk elektronik global.

 

Sebagai jembatan menuju pasar global, STANIA tak ragu menjalin kemitraan strategis. Sebuah Nota Kesepahaman (MoU) telah diteken bersama Volex, raksasa global penyedia solusi konektivitas listrik dan elektronik, dalam rangka kolaborasi rantai pasok solder untuk produk-produk ekspor. Sinergi ini tak hanya menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok global, namun juga membuka gerbang peluang penetrasi pasar internasional bagi produk hilirisasi berbasis timah dari tanah air.

 

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu, yang turut hadir dalam peresmian, mengapresiasi langkah strategis ini, “Hilirisasi adalah prioritas pemerintah dalam menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing industri nasional. Pabrik ini adalah bukti konkret dari kolaborasi sektor swasta dengan visi besar pemerintah.” Sebuah pujian yang menjadi penegas bahwa sinergi ini adalah kunci kemajuan.

 

Dengan resminya pabrik ini, PT Solder Tin Andalan Indonesia menancapkan kukunya, menegaskan perannya dalam agenda strategis nasional hilirisasi mineral. Ini adalah sebuah proklamasi bahwa kemandirian industri dan keberlanjutan dapat berjalan seiring, membangun masa depan gemilang di mana industri tak lagi sekadar mengeruk bumi, tetapi juga merawatnya. (MJ001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.