Evaluasi KPLA 2026: FKUB Pangkalpinang Matangkan Strategi Rawat Harmoni Pemuda Lintas Agama

oleh -581 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Keberhasilan merajut harmoni di kalangan generasi muda kembali menorehkan catatan positif di Kota Pangkalpinang. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pangkalpinang menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kemah Pemuda Lintas Agama (KPLA) di D’coffe & Cafe Bacang, Kamis (25/6). Rapat ini menjadi momentum apresiasi sekaligus refleksi mendalam atas suksesnya gelaran KPLA yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 lalu, yang dinilai mampu menjadi benteng toleransi bagi generasi muda.

 

banner 336x280

Suksesnya penyelenggaraan KPLA tahun ini terbukti memetik respons positif yang masif. Sekretaris FKUB Kota Pangkalpinang, Zamhari, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga karena program ini tidak hanya berjalan lancar secara seremonial, tetapi juga mendapat pengakuan luas dari berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait.

 

“Penyelenggaraan KPLA kali ini sukses mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari berbagai pihak. Hal ini membuktikan bahwa gerakan merawat kerukunan yang kita inisiasi memiliki dampak nyata dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas,” ungkap Zamhari optimistis.

 

Senada dengan hal tersebut, Ketua FKUB Kota Pangkalpinang, Drs. Kholil Mahfudz, menyampaikan terima kasih atas komitmen penuh seluruh panitia. “Peserta sangat antusias, acara sukses, dan tidak ada kendala apa pun. Terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.

 

Nada penuh rasa syukur juga digaungkan oleh Wakil Ketua FKUB, Dr. Iskandar. Ia menyoroti komitmen luar biasa FKUB Kota Pangkalpinang yang berhasil mempertahankan konsistensi dengan menyelenggarakan KPLA selama lima kali berturut-turut, di mana tiga pelaksanaan di antaranya sukses digelar di lingkungan pondok pesantren. Iskandar menekankan bahwa di tengah masifnya arus digitalisasi yang kerap membawa potensi polarisasi, membimbing remaja untuk menjaga kerukunan adalah sebuah kewajiban moral demi masa depan bangsa.

 

“Alhamdulillah kita masih bisa berkhidmat. Telah melaksanakan KPLA ini luar biasa, komitmen yang luar biasa karena bisa menyelenggarakan kegiatan ini lima kali berturut-turut, dan tiga kali melaksanakan di pesantren. Kewajiban kita untuk terus melanjutkan kegiatan ini, anak-anak muda ke depan menjadi perhatian kita, karena mereka generasi penerus kita. Digitalisasi kita saat ini sangat luar biasa, sehingga ini menjadi upaya kita untuk mengajak remaja menjaga kerukunan. Mudah-mudahan kegiatan kita dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat,” papar Iskandar.

 

Menatap tantangan ke depan, FKUB telah merumuskan sejumlah rencana strategis secara komprehensif untuk memperkuat dampak positif kegiatan ini. Ke depan, FKUB berkomitmen untuk memperluas jejaring kemitraan dengan merangkul pihak swasta, sehingga dukungan pembiayaan tidak hanya bergantung pada Pemerintah Daerah (Pemda).

 

Selain itu, metode penyampaian materi pada kemah berikutnya akan dievaluasi, di mana panitia akan menjaring narasumber yang jauh lebih komunikatif, interaktif, dan mampu menyelami psikologi remaja modern. “Kita berharap nanti kegiatan kita tidak hanya didukung Pemda tapi juga pihak swasta. Jangankan anak-anak, kita yang sebagai panitia juga merasakan bagaimana kebersamaan dan berbaur dengan sesama. Ada beberapa narasumber yang polanya nanti kita ubah, cari narasumber yang saling komunikatif kepada para peserta, karena kita telah banyak melakukan kegiatan,” tambah Iskandar.

 

Ketua Panitia KPLA, Indra Idris, melaporkan bahwa secara keseluruhan dinamika di perkemahan berjalan dengan sangat lancar. Kendati demikian, ia menyampaikan laporan evaluasi bahwa dari total seluruh peserta yang mendaftar, terdapat satu peserta dari SMK Bakti yang mengundurkan diri. Indra juga memberikan apresiasi tinggi kepada pihak pesantren yang telah memfasilitasi ruang gerak para pemuda lintas agama selama kegiatan berlangsung.

 

Di sisi lain, Sekretaris II FKUB, H. Delip Atmaja, memaparkan sejumlah detail teknis pasca-acara guna memastikan akuntabilitas organisasi, mulai dari pengadaan baju, penanganan kelebihan cetak atribut, hingga koordinasi intensif dengan pihak penyedia vendor.

 

Berdasarkan data yang dihimpun dari link survei digital yang telah diisi oleh para alumni KPLA, Delip menyebutkan bahwa seluruh peserta menunjukkan indeks keaktifan yang sangat tinggi. Menariknya, survei tersebut juga menangkap aspirasi baru dari bawah, di mana para peserta secara aktif meminta adanya penambahan jenis perlombaan pada pelaksanaan KPLA di tahun-tahun mendatang.

 

Melalui rapat evaluasi ini, FKUB Kota Pangkalpinang menegaskan kembali posisinya untuk tidak sekadar mempertahankan rutinitas tahunan, melainkan terus bertransformasi demi memberikan kontribusi nyata bagi kedamaian masyarakat di Kota Pangkal Kemenangan. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.