Pengurus 2021-2026 Segera Purna Tugas, FKUB Pangkalpinang Tinggalkan Legacy Penguat Toleransi

oleh -394 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pangkalpinang menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kepengurusan Periode 2021-2026 di Sekretariat FKUB, Senin (17/08/2026). Pertemuan ini menjadi momentum “Silaturahmi Kebangsaan” yang sarat makna, mengingat masa bakti kepengurusan periode ini secara resmi akan berakhir pada 19 Agustus 2026.

 

banner 336x280

Di tengah transisi kepemimpinan, rapat evaluasi tidak hanya membahas capaian program, tetapi juga penegakan tata kelola organisasi yang transparan serta proses penyaringan pengurus baru yang ketat. Seluruh jajaran sepakat bahwa siapapun yang nantinya menakhodai FKUB Pangkalpinang, kepengurusan harus dipastikan clear and clean. Untuk menjaga integritas dan stabilitas daerah, proses rekrutmen pengurus baru akan melalui tahap tracking serta verifikasi rekam jejak dari pihak Badan Intelijen Negara (BIN) dan Densus 88.

 

Meskipun pada tahun anggaran 2026 alokasi kegiatan terbatas pada dua agenda utama—salah satunya Kemah Pemuda Lintas Agama (KPLA)—FKUB Pangkalpinang optimis rekam jejak kerja nyata (legacy) yang telah terbangun akan menjadi pijakan kokoh bagi pengurus berikutnya.

 

Ketua FKUB Kota Pangkalpinang, Drs. Kholil Mahfudz, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh jajaran pengurus selama lima tahun terakhir. Ia menekankan bahwa ikatan persaudaraan yang telah terjalin tidak boleh surut hanya karena bergantinya struktur kepengurusan.

 

“Alhamdulillah, selama menjalankan tugas semuanya berjalan lancar. Apa yang telah kita dedikasikan semoga menjadi amal jariyah. Saya mohon maaf jika ada kekhilafan. Yang terpenting, citra baik FKUB di mata masyarakat harus terus dijaga, bahkan ditingkatkan oleh kepengurusan mendatang,” ujar Kholil.

 

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua I FKUB Pangkalpinang, Dr. Iskandar, menggarisbawahi bahwa program prioritas seperti Kemah Pemuda Lintas Agama (KPLA) telah menjadi ciri khas (trademark) yang membedakan Pangkalpinang dari kabupaten lainnya di Bangka Belitung.

 

“Kita sudah bekerja maksimal. KPLA memberikan warna tersendiri dalam merawat kebersamaan. Terima kasih atas soliditas selama lima tahun ini. Siapapun yang terpilih nanti, kita harapkan FKUB Pangkalpinang menjadi jauh lebih baik,” tutur Iskandar.

 

Sementara itu, Wakil Ketua I Endro Lukito mengingatkan hakikat pengabdian di dalam FKUB yang bersifat kerja sosial, bukan wadah mencari keuntungan. Ia mendorong agar mekanisme rekomendasi dari masing-masing majelis agama diakomodasi dengan baik dan koordinasi dengan Badan Kesbangpol terus diperkuat.

 

Ahmad Lutfi tokoh yang mengawal pembentukan FKUB Pangkalpinang sejak 2021, mengenang perjalanan panjang organisasi ini. Menurutnya, amanah di FKUB bukan sekadar di atas kertas, melainkan sebuah ikatan emosional dan pendekatan chemistry yang berdampak langsung pada kenaikan indeks kerukunan umat beragama di Pangkalpinang.

 

Apresiasi mendalam turut mengalir dari para pembina perwakilan majelis agama yang selama lima tahun ini mengawal dinamika toleransi di Kota Pangkalpinang. Pembina Umat Konghucu, Suryanto Tjandra, memuji konsistensi dan kekompakan FKUB yang selalu eksis menghadirkan gebrakan positif demi membina hubungan harmonis antarumat. Dukungan keberlanjutan juga ditegaskan oleh Pembina Umat Hindu, I Made Suarja, yang menyatakan kesiapannya untuk terus mengabdi di kepengurusan demi memastikan keterwakilan dan pembinaan umat Hindu tetap berjalan optimal.

 

Dari perwakilan umat Katolik, Lucia Lastari, menyampaikan rasa syukurnya dapat berproses selama dua periode dalam tim kerja yang dinilainya sangat solid dan selalu berada dalam ‘satu frekuensi’. Ia berharap figur-figur yang kembali terpilih mampu mempertahankan standar kinerja tinggi tersebut. Hal senada diungkapkan Pembina Umat Kristen, Runnandi Saragih, yang mengagumi keterbukaan dan rasa saling memahami antaranggota. Menurutnya, keterbukaan informasi dan keharmonisan FKUB Pangkalpinang yang dipublikasikan di media sosial bahkan sukses menjadi daya tarik serta contoh inspiratif bagi pihak luar.

 

Perspektif keberlanjutan organisasi turut ditekankan oleh Pembina Umat Islam, Rohati, yang menilai lima tahun kebersamaan terasa begitu singkat karena padatnya dinamika kegiatan. Ia mengingatkan pentingnya regenerasi agar organisasi tetap sehat, sekaligus mendorong penguatan komunikasi berjenjang dengan FKUB tingkat provinsi dalam setiap pengambilan keputusan strategis. Menutup rangkaian pandangan pembina, Dedek Sutinbuk menegaskan bahwa periode 2021–2026 merupakan salah satu masa kepengurusan paling solid dan berdampak nyata. Ia berharap siapapun yang memegang tongkat estafet berikutnya dapat menjaga ikatan tali silaturahmi serta terus menaikkan Indeks Kerukunan Umat Beragama di Kota Pangkalpinang.

 

Rapat koordinasi dan evaluasi ditutup dengan komitmen bersama untuk menyerahkan berkas laporan pertanggungjawaban serta bukti hasil kerja kepada calon pengurus baru. Dengan landasan silaturahmi yang kuat, FKUB Pangkalpinang optimis proses transisi kepengurusan pasca-19 Agustus 2026 akan berjalan kondusif, transparan, dan mampu membawa kehidupan beragama di Kota Pangkalpinang semakin damai dan harmonis. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.