Tommy Permana. Sang “Pemalsuan” SPK Telkom, Nyali Baja atau Otak Udang?

oleh -2947 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITAFAKTA.COM – Dunia persilatan penipuan di Bangka Belitung baru saja dihebohkan dengan munculnya seorang “maestro” baru, Nurmawan Astomy Permana alias Tommy Permana. Konon, nyalinya bak baja karatan, tak gentar sedikitpun saat diduga nekat memalsukan Surat Perintah Kerja (SPK) PT Telkom Indonesia Witel Bangka Belitung. Sungguh sebuah prestasi yang patut diacungi jempol… kaki!.

 

banner 336x280

Pihak internal PT Telkom Indonesia, yang nampaknya punya waktu luang untuk iseng menelusuri surat abal-abal ini, dengan “tegas” menyatakan,

 

“Izin Pak, setelah kita telusuri berdasarkan nomor surat yang tertera, sudah dipastikan kalau itu nomor surat palsu dan SPK-nya juga palsu, bukan dikeluarkan dari PT Telkom dan PT Telkom Akses.” ungkapnya

 

Mereka bahkan menambahkan dengan “gamblang” bahwa nama Yusrizal Santoso yang tanda tangan di surat sakti itu, juga bukan karyawan Telkom.

 

Wah, sebuah penemuan yang luar biasa! Siapa sangka, surat palsu ternyata isinya palsu juga? Sungguh cerdas investigasi mereka.

 

Aksi Tommy Permana ini, dengan “jelasnya”, bukan sekadar penipuan ecek-ecek, tapi juga pemalsuan SPK resmi dengan kop surat berlogo PT Telkom Indonesia wilayah Bangka Belitung.

 

Mungkin ia berpikir, dengan menempel logo Telkom, SPK palsunya akan langsung diakui dan dicium tangannya oleh para korban. Sebuah pemikiran yang “brilian”! Fakta “mencengangkan” ini seharusnya menjadi pintu masuk bagi pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana serius. Atau mungkin mereka juga terlalu sibuk menertawakan aksi konyol ini?

 

Keberanian Tommy Permana dalam melancarkan aksinya ini mengundang tanda tanya “super besar”. Awak media, yang entah kenapa masih punya semangat untuk menelusuri sepak terjang “pahlawan” ini, menemukan bahwa namanya santer disebut-sebut telah banyak melakukan tindakan penipuan. Modusnya beragam, mulai dari usaha kerja sama yang pastinya ujung-ujungnya kerjasama rugi, hingga jual beli proyek di Badan Usaha Milik Negara.

 

Mungkin BUMN juga perlu mempertimbangkan untuk merekrut Tommy sebagai konsultan, setidaknya ia punya ide-ide “kreatif” dalam pengadaan proyek fiktif. Kini, kita hanya bisa menantikan episode selanjutnya dari serial “Petualangan Si Raja Tipu Tommy Permana”.

 

Akankah ia berhasil mengelabui lebih banyak pihak, ataukah akan berakhir dengan “liburan” gratis di hotel prodeo? Mari kita saksikan bersama, sambil sesekali menghela napas prihatin atas kelakuan “jenius” ini. (MJ001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.