Hebat! Pertamina Berhasil Sumbang Rp193,7 Triliun untuk Kerugian Negara, Pahlawan atau Penipu?

oleh -119 Dilihat
oleh
Foto: Para 20 terduga tersangka dalam kasus korupsi PT Pertamina resmi ditahan 20 hari.
Foto: Para 20 terduga tersangka dalam kasus korupsi PT Pertamina resmi ditahan 20 hari.
banner 468x60

JAKARTA, BERITA-FAKTA – Hari ini, PT. Pertamina patut berbangga hati dengan keberhasilan Liga Korupsi Indonesia.

Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dengan “sukses” menerima pelimpahan berkas penyidikan kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina.

banner 336x280

Sungguh prestasi gemilang dari para punggawa BUMN kita, yang berhasil menyumbangkan kerugian negara hingga Rp193,7 triliun!.

Angka yang fantastis tersebut, setara dengan membangun beberapa ibu kota baru atau mungkin bisa membeli seluruh pulau kecil di Pasifik.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Safrianto Zuriat Putra, dengan senyum simpul ditemani Kasie Intel Bani Ginting dan Kasie Datun Agung Irawan, mengumumkan kabar “gembira” ini dalam jumpa pers di kantornya, Senin (23/6/2025).

Mereka menerima penyerahan sembilan orang tersangka dan seabrek barang bukti yang entah bagaimana caranya bisa “menghilang” begitu banyak uang rakyat.

“Masing-masing tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan,” ujar Safrianto.

Ia juga menambahkan bahwa para “pahlawan” keuangan ini dititipkan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung, Rutan Salemba cabang Jakarta Selatan, dan Rutan KPK.

Tampaknya fasilitas menginap mereka juga bervariasi, mungkin disesuaikan dengan tingkat “jasa” mereka dalam merugikan negara.

“Sambil menunggu JPU menyempurnakan dakwaan dan proses pelimpahan persidangan pada Pengadilan Tipikor Jakarta,” imbuhnya.

Seolah-olah menyempurnakan dakwaan korupsi sebesar itu adalah perkara semudah menyempurnakan resep masakan.

Dari sembilan tersangka, enam di antaranya adalah “petinggi” perusahaan plat merah kebanggaan kita, PT Pertamina.

Sisanya tiga orang dari pihak swasta, yang mungkin saja adalah “partner in crime” atau justru “korban” dari kejeniusan para petinggi BUMN ini dalam mengelola kekayaan negara.

Berikut adalah daftar nama-nama “berjasa” ini, semoga diabadikan dalam sejarah

  •   Riva Siahaan (RS), Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga. Pasti sangat sibuk hingga tak sempat mengawasi triliunan rupiah yang menguap.
  •  Sani Dinar Saifuddin (SDS), Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional. Mungkin ahli dalam “mengoptimalkan” keuntungan pribadi.
  •  Yoki Firnandi (YF), Direktur Utama PT Pertamina International Shipping. Kapalnya mungkin berlayar ke “pulau harta karun” pribadi.
  •  Agus Purwono (AP), VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional. Mungkin juga ahli dalam “manajemen” uang di luar buku.
  •  Maya Kusmaya (MK), Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga. Pemasaran yang luar biasa, sampai-sampai “memasarkan” uang rakyat ke kantong pribadi.
  •  Edward Corne (EC), VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga. Operasinya sukses besar, membuat negara bangkrut.
  •  Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR), beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa. Navigator handal, tahu betul cara menavigasi uang ke rekening pribadi.
  •  Dimas Werhaspati (DW), Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim. Rangkap jabatan, rangkap untung.
  •  Gading Ramadhan Joedo (GRJ), Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.

 

Orbitnya memang sangat tinggi, hingga tak terjangkau rakyat biasa.Mari kita tunggu episode selanjutnya dari drama “kreatif” ini.

Akankah negara kita semakin kaya dengan kerugian triliunan rupiah, atau justru akan ada “inovasi” baru dalam mengelola keuangan negara? Hanya waktu yang akan menjawab (RN/*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.