PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Langkah progresif dalam penataan birokrasi dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kembali digulirkan di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pada Kamis (16/7/2026), Kepala Biro SDM Kementerian Agama RI, Muhammad Zain, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan enam pejabat fungsional tertentu. Prosesi yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Auditorium Mas’ud Hasan Qolay, kompleks Kanwil Kemenag Babel.
Adapun keenam aparatur sipil negara (ASN) yang mengemban amanah baru tersebut terdiri dari Gema Virgana dan Harjito yang dilantik sebagai Pranata Humas. Sementara itu, posisi Statistisi kini resmi diemban oleh Hengky Faramereh, Yuni Herawati, dan Ayu Lestari, sedangkan Slamet Raharjo dipercaya untuk menduduki jabatan baru sebagai Analis Hukum.
Prosesi sakral pengambilan sumpah ini disaksikan langsung oleh Plt. Kepala Kanwil Kemenag Babel, H. Pril Marori, serta Kepala Bidang Bimas Islam, H. Abdul Rohim, yang bertindak sebagai saksi ahli. Pelantikan juga dihadiri oleh segenap pegawai Kanwil Kemenag Babel serta para pejabat struktural Kemenag Kabupaten/Kota se-Pulau Bangka.
Seusai prosesi pelantikan, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Babel, H. Pril Marori, menyampaikan ucapan selamat yang mendalam kepada para pejabat fungsional yang baru saja mengikrarkan sumpah jabatannya. Ia menaruh harapan besar agar momentum pelantikan ini menjadi babak baru yang membawa energi positif bagi instansi.
”Kami mengucapkan selamat atas pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini. Semoga amanah baru yang diemban oleh rekan-rekan sekalian dapat membawa kebaikan, keberkahan, serta memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kualitas kinerja di lingkungan Kanwil Kemenag Babel,” ungkap Pril Marori
Sementara itu, dalam arahannya, Kabiro SDM Muhammad Zain menegaskan bahwa reposisi dan pelantikan jabatan fungsional ini merupakan bagian dari komitmen besar Kemenag RI dalam menerapkan sistem merit secara menyeluruh.
Sistem merit dinilai sebagai pilar penting untuk melahirkan birokrasi yang lincah dan profesional, sebab seluruh kebijakan dan manajemen ASN didasarkan sepenuhnya pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil.
“Kementerian Agama hari ini tidak lagi menggunakan pola-pola lama. Kita sudah menjalankan sistem merit secara objektif. Implementasinya kami kawal ketat melalui berbagai instrumen modern, seperti manajemen talenta serta uji kompetensi yang transparan,” tegas Zain di hadapan para hadirin.
Ia menambahkan, jabatan fungsional bukan sekadar formalitas administratif, melainkan motor penggerak organisasi yang menuntut keahlian spesifik guna menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.
Ada momen menarik dalam sambutan Karo SDM kali ini. Di tengah pesannya agar para pejabat struktural maupun fungsional terus meng-upgrade kompetensi diri, Zain melontarkan pandangan yang tidak biasa mengenai rotasi dan mutasi kerja.
Menurutnya, seorang ASN tidak boleh terjebak dalam zona nyaman. Menjajal berbagai posisi dan berpindah tempat tugas justru menjadi resep terbaik untuk memperkaya perspektif, mengasah mental, dan memperbanyak pengalaman taktis.
Untuk memperkuat gagasannya tersebut, Zain mengutip untaian nasihat bijak dari ulama besar, Imam Syafii: “Air yang mengalir akan selalu jernih dan menyegarkan. Sementara air yang diam atau tergenang, lambat laun akan menjadi keruh, berbau, dan akhirnya merusak lingkungan di sekitarnya.”
“Sama halnya dengan karier kita. Jangan takut untuk bergerak, dinamis, dan berpindah tugas. Gerakan itulah yang menjaga profesionalitas dan integritas kita tetap ‘jernih’ dan bebas dari kejenuhan yang merusak,” imbuhnya.
Menutup arahannya, Muhammad Zain menitipkan pesan fundamental terkait esensi utama Kementerian Agama, yaitu pelayanan publik yang humanis. Ia meminta agar seluruh pelayanan di lingkungan Kemenag Babel diberikan dengan penuh keramahan, kecepatan, dan ketulusan yang tercermin dari senyuman hangat para petugasnya.
Ia menginginkan setiap masyarakat yang datang menyelesaikan urusan di kantor Kementerian Agama merasakan pengalaman yang menyenangkan.
“Prinsipnya sederhana: setiap orang yang datang ke kantor kita dengan berbagai urusan, saat melangkah keluar pintu, mereka harus merasa senang. Every single person must be happy,” pungkas Zain. (Gema)










