Ponpes Daar El Ihsan, Kampung Kebaikan yang Menebar Manfaat Bagi Umat

oleh -158 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA, BERITAFAKTA – Kemah Pemuda Lintas Agama (KPLA) yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pangkalpinang di Pondok Pesantren Daar El Ihsan, Petaling, Bangka selama 3 hari, mulai dari tanggal 20 – 22 Juni 2025, sukses memberikan nuansa dan menciptakan paradigma baru bagi para peserta dalam memaknai dan mengimplementasikan nilai-nilai toleransi serta kerukunan.

Hal itu dibuktikan dengan semakin terjalin eratnya hubungan interaksi antar para peserta yang notabene berasal dari latar belakang suku, ras dan agama yang berbeda dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa ada sekat dan segan. Bahkan, dalam sesi lomba pidato dan penyampaian pesan dan kesan, mereka pun telah dapat memaparkan secara lugas esensi dan hakekat dari kerukunan itu sendiri.

banner 336x280

Selain buah dari kerja keras para panitia yang telah sejak lama mempersiapkan segala sesuatu terkait pelaksanaan kegiatan ini, keberhasilan ini tak luput dari peran pimpinan Pondok Pesantren Daar El Ihsan, Ustadz Harizan, sebagai tuan rumah dari perhelatan akbar ini.

Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 2020 di atas lahan seluas 3 hektar dikelilingi pemandangan alam yang asri, jauh dari hingar-bingar keramaian ini, memiliki fasilitas yang representatif, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para peserta.

“Bukti nyata bahwa perbedaan itu tidak perlu menimbulkan kerusuhan salah satunya dapat dilihat dengan suksesnya kemah pemuda lintas agama ini,” ujar Ustadz Harizan saat acara penutupan KPLA pada Minggu (23/06).

Dilanjutkannya, ini juga menunjukkan bahwa janji Allah dalam Al Qur’an Surah An Nahl ayat 93 yang menyebutkan bahwa jika Ia menghendaki maka seluruh manusia bisa saja dijadikan satu umat yang sama. Namun, Allah menciptakan manusia dengan keberagaman, memberikan mereka kebebasan untuk memilih jalan hidup masing-masing. Keberagaman ini lah yang menjadi sarana untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Kondisi ini juga mengisyaratkan kita untuk semakin memahami ayat-ayat kauniyah, memahami tanda-tanda kebesaran Allah dengan selalu berhuznudzon dan positif thinking dalam menjalin interaksi dengan sesama makhluk,” paparnya.

“Sesuatu yang negatif tentu menyimpan hal positif didalamnya, demikian pula sebaliknya, yang baik pun tak selamanya akan baik. Untuk itu diperlukan kejernihan hati untuk menyikapi semua permasalahan dan perbedaan yang ada,” jelas Harizan.

Kata kuncinya adalah, imbuhnya, pantaskan diri, mulailah dengan lebih banyak menilai dan memperbaiki diri sendiri daripada menilai orang lain.

Kegiatan kemah pemuda lintas agama ini, ujar Harizan, juga menjadi media bagi para santri untuk dapat mempraktekkan adab dan tata cara melayani serta memuliakan tamu, bukan hanya tamu yang beragama Islam, namun yang berlatar belakang agama lainnya pun diperlakukan sama dan baik, sebagaimana tulisan besar yang terpampang pada gerbang pintu masuk pesantren yang berbunyi; untuk umat, apa yang kau beri?. Kata umat disini bermakna secara keseluruhan, bukan hanya dari kalangan tertentu saja.

“Daar El Ihsan memiliki arti kampung kebaikan, diharapkan dari tempat ini dapat tumbuh bibit kebaikan yang tersemai serta menyebar secara luas. Kebaikan itu bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga harus mendatangkan manfaat bagi umat dan lingkungan,” tutupnya. (GV04)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.