PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan moderasi beragama. Hal ini ditegaskan saat pengurus FKUB menerima kunjungan penelitian mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung di Sekretariat FKUB Pangkalpinang, Selasa (24/2/2026).
Ketua FKUB Kota Pangkalpinang, Drs. Kholil Mahfudz, didampingi Sekretaris I, Zamhari, menyambut hangat kehadiran Faisal Farid, mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) yang tengah melakukan riset tesis mengenai strategi penciptaan harmoni sosial di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam dialog tersebut, Sekretaris II FKUB Kota Pangkalpinang, H. Delip Atmaja, M.Pd., turut memberikan pandangan akademis sekaligus praktis terkait objek penelitian tersebut. Ia menekankan bahwa harmoni di Pangkalpinang bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan, melainkan hasil dari manajemen konflik dan komunikasi yang intens.
“Kehadiran mahasiswa peneliti seperti saudara Faisal ini sangat kami hargai. Secara akademik, hasil riset ini nantinya akan menjadi dokumen penting bagi kami untuk melihat sejauh mana efektivitas strategi yang telah FKUB jalankan selama ini,” ujar H. Delip Atmaja kepada awak media.
Lebih lanjut, H. Delip menambahkan bahwa FKUB Pangkalpinang terus berupaya mentransformasikan nilai-nilai kerukunan ke dalam kebijakan yang menyentuh akar rumput.
“Strategi kami bukan sekadar pertemuan formal antar-tokoh agama, tetapi bagaimana kerukunan itu menjadi gaya hidup masyarakat. Kami berharap penelitian ini dapat memotret secara objektif bagaimana sinergitas antara FKUB, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga ‘wajah’ Pangkalpinang sebagai kota yang damai dan toleran,” imbuhnya.
Penelitian bertajuk “Strategi FKUB Dalam Menciptakan Harmoni Sosial Masyarakat di Kota Pangkalpinang” ini direncanakan berlangsung hingga akhir Maret 2026. Data-data yang dikumpulkan meliputi pola koordinasi lintas agama, penanganan potensi gesekan sosial, hingga program sosialisasi moderasi beragama di tingkat kecamatan.
Senada dengan itu, Ketua FKUB Drs. Kholil Mahfudz berharap kolaborasi antara lembaga keagamaan dan institusi pendidikan seperti IAIN SAS Babel dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, sumbangsih pemikiran dari dunia kampus sangat dibutuhkan untuk memperkuat fondasi toleransi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kunjungan ini diakhiri dengan sesi diskusi tertutup dan penyerahan berkas administrasi penelitian yang telah disetujui oleh Badan Kesbangpol Kota Pangkalpinang. (Gema)












