Menguak Tirai Sejarah: Detik-Detik Pemisahan Distrik Sungailiat dan Merawang

oleh -91 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Sejarah selalu menyimpan untaian kisah yang menunggu untuk diurai. Kali ini, budayawan dan sejarawan terkemuka Bangka Belitung, Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, membuka tabir pemisahan Distrik Sungailiat dan Distrik Merawang. Sebuah peristiwa penting yang menjadi bagian tak terpisahkan dari lembaran sejarah Bangka.

 

banner 336x280

Dalam Algemeen Verslag der Residentie Banka Over Het Jaar 1850, sebuah naskah kuno sarat makna dalam bundel Bangka Nomor 41, terkuak detail mengenai langkah pemisahan antara administrasi pertambangan (tinmynen) dan administrasi pemerintahan (bestuur) Distrik Soengyliat dan Marawang. Bak anak panah melesat menembus target, keduanya dipecah menjadi Distrik Sungailiat dan Distrik Merawang.

 

Laporan Belanda itu bagaikan cermin yang memantulkan kebenaran, menyatakan bahwa usulan pemisahan ini telah berulang kali disuarakan oleh Residen Bangka. Sejak 4 November 1850, melalui surat Nomor 1964, dan kembali pada 26 Januari 1851 dengan surat Nomor 14, sang Residen tak henti-hentinya menyulam harapan kepada Direktur Prasarana dan Wilayah di Batavia.

 

Mengapa pemisahan ini begitu mendesak? Ibarat simpul benang kusut, permasalahan pengelolaan pertambangan di dua wilayah, Merawang dan Sungailiat, terlampau rumit. Selain itu, luasnya cakupan kedua wilayah jika tetap disatukan dalam satu distrik menjadi beban yang kian berat. Terlebih, di Distrik Merawang, tersimpan harta karun berupa satu tambang besar di lembah Cengal, yang oleh para penambang Timah Cina dijuluki Lokiufun. (MJ001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.