PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Perkumpulan Pengiat Desa Wisata dan Sadar Wisata Bangka Belitung (PPDWSW BABEL) secara tegas meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) untuk memberikan perhatian serius berupa alokasi anggaran khusus bagi pengembangan desa wisata.
Desakan ini disampaikan langsung oleh Humas PPDWSW Babel, Ahmad Wahyudi, dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan Kesejahteraan Rakyat Non Pelayanan Dasar yang digelar oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Gedung BKSDA Babel, Selasa (9/12).
Mengusung tema “Sinergitas Pemerintah dan Pengelola Desa Wisata Dalam Pengembangan Desa Wisata”, Ahmad Wahyudi menyoroti ironi yang terjadi di lapangan. Menurutnya, selama ini Desa Wisata (Dewis) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dibiarkan berjuang sendirian tanpa dukungan konkret dari pemerintah daerah, baik Tingkat I maupun Tingkat II.

”Sekian lama berdirinya desa wisata dan Pokdarwis di Babel, perhatian pemerintah sangat minim. Selama ini kami berjuang sendiri, jatuh bangun mencari dana ke sana ke mari, bahkan menggandeng pihak ketiga yang tidak selalu bisa mengakomodir kebutuhan, demi mewujudkan kampung wisata impian,” tegas Wahyudi.
Dalam paparannya, Wahyudi menekankan bahwa pariwisata berbasis alam (ekowisata) adalah benteng terakhir pertahanan lingkungan Bangka Belitung di tengah masifnya kerusakan akibat pertambangan timah ilegal.
Ia menilai, Desa Wisata seharusnya menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi berkelanjutan. Berbeda dengan tambang yang merusak lahan, pariwisata justru melestarikan sungai, hutan, dan budaya untuk diwariskan kepada anak cucu.
”Di tengah gejolak tambang timah yang membabi buta menghancurkan lahan hijau, besar harapan kami agar pemerintah menjadikan desa wisata sebagai ekosistem ekonomi baru. Ini bukan hanya soal wisata, tapi soal UMKM, kesenian, dan menjaga alam agar tetap bisa dinikmati generasi mendatang,” tambahnya.

Melalui momentum rapat koordinasi tersebut, PPDWSW Babel secara resmi mengajukan agar Pemprov Babel, melalui Biro Kesra, dapat menganggarkan dana hibah atau bantuan operasional bagi pengurus Desa Wisata dan Pokdarwis yang terbukti memiliki nilai ekonomis tinggi dan berkontribusi pada kemajuan pariwisata daerah.
Wahyudi berharap, aspirasi ini tidak sekadar menjadi catatan rapat, melainkan diwujudkan dalam kebijakan anggaran yang nyata.
”Semoga ini membuka semangat baru. Dengan sumber daya alam yang indah dipandu oleh SDM yang mumpuni dan dukungan anggaran pemerintah, pariwisata Babel bisa menjadi sektor ekonomi yang benar-benar berkelanjutan,” pungkasnya.(Yuko)












