Berita-Fakta— Semester pasca-dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangka periode 2025-2029, kepemimpinan Fery-Syahbudin mulai menuai sorotan tajam. Keluhan masyarakat terkait mandeknya roda pembangunan dan lesunya perekonomian daerah kini sampai ke telinga politisi senior PDI Perjuangan, Rudianto Tjen.
Sebagai maestro politik sekaligus figur sentral PDIP di Babel, Rudianto menegaskan bahwa catatan merah dari masyarakat ini tidak bisa diabaikan. Menurutnya, dinamika yang terjadi di Kabupaten Bangka saat ini justru belum menunjukkan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi akar rumput.
”Kami bakal segera panggil keduanya (Fery-Syahbudin) untuk menjadi catatan agar keluhan rakyat itu bisa terdengar,” ujar Rudianto Tjen saat diwawancarai di sela-sela agenda Musyawarah Ranting PDI-P Kabupaten Bangka, Jumat (12/6/2026).
Langkah pemanggilan ini diambil mengingat PDI-P merupakan partai utama yang mengusung pasangan Fery-Syahbudin pada Pilkada Ulang 2025 lalu. Sebagai partai pengusung, PDIP merasa bertanggung jawab moral untuk menjembatani jeritan warga dengan kebijakan eksekutif.
Rudianto menambahkan, evaluasi satu semester ini merupakan mekanisme internal yang objektif. Partai akan menyerap informasi berimbang, baik dari sisi kepala daerah maupun dari laporan pengurus partai di tingkat ranting yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
”Evaluasi satu semester pimpinan Fery-Syahbudin tersebut diharapkan menjadi langkah terbaik untuk perbaikan Kabupaten Bangka ke depan,” tegas Rudianto.
Soroti Anjloknya Harga Sawit
Salah satu sektor krusial yang mendapat sorotan tajam dalam evaluasi ini adalah sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit yang menjadi urat nadi perekonomian warga Bangka.
Rudianto mencontohkan, keluhan nyata yang ia terima langsung dari lapangan adalah tidak stabilnya harga jual sawit di tingkat petani.
”Seperti petani sawit yang ada di Kabupaten Bangka yang mengeluhkan harga murah, ini menjadi aspirasi dan segera dikawal agar mensejahterakan para petani juga,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Bangka belum memberikan keterangan resmi terkait rencana pemanggilan dan evaluasi yang akan dilakukan oleh parpol pengusung mereka tersebut.









