KPU Pangkalpinang Membisu Bak Patung, Demokrasi Terpasung di Balik Pintu Tertutup!

oleh -324 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG,BERITA-FAKTA.COM – Kabar duka menyelimuti jagat demokrasi Pangkalpinang.

Sosialisasi Pilkada Ulang Tahun 2025 yang seharusnya menjadi pesta rakyat, justru terkesan dirantai oleh Ketua KPU Pangkalpinang, Sobarian.

banner 336x280

 

 

Bak benteng tak tertembus, akses bagi awak media untuk meliput Rapat Pleno pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang seolah tersandera oleh kebijakan yang hanya memihak segelintir media.

 

Ironisnya, di Pilkada sebelumnya, partisipasi masyarakat bak embun pagi yang menguap, sangat minim.

​Pertanyaan besar menggantung di udara, “Ada apa gerangan sehingga awak media diperlakukan bak anak tiri?”

Dalam wawancara singkat, Sobarian berkilah,

“Kita dari tadi tidak ada membatasi ya, karena memang… Media bisa langsung dikompersifasi tadi, ya mungkin Pak Yudi Kudok ini ya, yang saya akrab dipanggil ini, mungkin tidak melakukan wawancara di depan sana.” Dalih ini bak seruling di padang pasir, tak terdengar dan tak meyakinkan.

​”Jadi terkesan membatasi mungkin ya, dan perihal ini kami sudah sampaikan ke teman-teman yang lain bahwa untuk kalau bisa berkomunikasi, kalau pun mau masuk, rolling,” imbuhnya.

 

Namun, pengakuan ini menjadi bumerang tatkala seorang jurnalis membongkar kejanggalan.

 

“Kami dari awal Pak, kami datang sini jam 8 sesuai undangan yang masuk ke kami, tapi kami dilalang masuk. Hingga setelah selesai penomor urut baru, dan kami pun ngambil foto, beritanya pun kita udah terbit ya dari orang lain.”

​Sikap KPU Pangkalpinang ini bagaikan bom waktu yang siap meledak, memicu pertanyaan pedas, ”

Apa KPU ini ingin Pilkada ulang ini, bak benang kusut?” Jurnalis tersebut melanjutkan dengan nada kesal,

“Kalau Pak Yudi ini tidak ingin sekadar ini berantakan, ya bantu sosialisasi. Jangan terkesan Pak Yudi yang ingin memberantakannya. Karena perihal ini sudah kita ada kompres di depan. Ya, dan di dalam… Dan di depan itu dipersilahkan seluruh awak media untuk melakukan kompresi pes, ya di depan.”cetus Sobarian

​Janji manis untuk di depan hanyalah ilusi fatamorgana.

“Kita tunggu depan ya. Kapan Pak? Kapan Pak? Dia tahu kami Pak. Kami itu duduk di siap. Masuk di depan ini,” tutur sang jurnalis, nada kecewa tak bisa disembunyikan.

 

“Tidak tahu sama sekali pak. Ditutup mobil mungkin. Komunikasi Anda kurang, Bapak.”ungkap awak media

​Pernyataan Sobarian yang balik menyalahkan jurnalis, “Ini yang buat media teman-teman kalian semua kan?” bak menabur garam di atas luka.

 

Jurnalis menjawab tegas, “Bukan Pak, kami tidak tahu Pak kelompok-kelompok mana yang dipakai.”

​Fakta terkuak bagaikan tabir yang tersingkap, hanya 15 media yang diundang.

 

Padahal, selama ini media di Pemkot Pangkalpinang bagaikan pahlawan tanpa tanda jasa, giat membantu sosialisasi tahapan Pilkada ulang tanpa meminta imbalan atau MoU kerja sama.

Apakah ini balasan setimpal bagi mereka yang tulus mengabdi? KPU Pangkalpinang berjalan di atas tipisnya es, jika terus membungkam suara publik yang seharusnya menjadi mitra dalam mewujudkan Pilkada yang transparan dan berintegritas. (MJ001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.