BANGKA, BERITA-FAKTA.COM– Malam itu, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka bak benteng bisu yang enggan berbagi cerita.
Sebelumnya, Para pemburu berita dari berbagai media telah menggelar tikar kesabaran sejak pukul 20.00 WIB.
menanti titah resmi dari KPU Bangka terkait penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bangka pada Pilkada Ulang 2025.
Namun, hingga lonceng tengah malam bertalu, jangkar harapan mereka terombang-ambing tanpa kepastian.
Ketua KPU Bangka, Sinarto, yang seharusnya menjadi nahkoda informasi, justru terkesan bersembunyi di balik tirai misteri.
Sikap dan etika yang tak beradab ini membuat para jurnalis merasa seperti tamu tak diundang di rumah sendiri.
Alih-alih mendapatkan pengumuman langsung, mereka hanya menelan pil pahit kekecewaan.
Kabar yang beredar bak bisikan angin adalah penetapan dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Dari lima bakal pasangan calon yang mendaftar, kabut misteri menyelimuti nasib satu pasangan yang dikabarkan tidak lolos seleksi KPU Bangka.
Informasi ini, yang seharusnya menjadi cahaya terang bagi publik, justru terkuak dari rilis yang disebar di grup WhatsApp oleh salah satu komisioner.
Anehnya, rilis tersebut tanpa nama dan tanpa jejak narasumber, meninggalkan jejak kebingungan bagi awak media.
Enam prajurit pena yang setia menanti di halaman kantor KPU, bukan hanya haus informasi, tetapi juga kehausan yang harfiah.
Jangankan pengumuman, setetes air putih pun tak pernah disajikan, seolah KPU telah menjadi padang gersang tanpa empati.
Rasa marah dan kecewa akhirnya menjadi teman setia para jurnalis saat mereka meninggalkan kantor KPU pada pukul 00.00 WIB, membawa serta luka batin karena hak publik untuk mendapatkan informasi secara transparan telah dirampas secara paksa. (MJ001)











