PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Aparatur Sipil Negara (ASN) di era digital dituntut untuk mengubah pola pikir lama yang lambat dan kaku. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H. Pril Marori, dalam acara Sosialisasi Penguatan Budaya Kerja Internal bertajuk “Membangun ASN Pembelajar dan Kolaboratif Melalui Growth Mindset dan Sinergi Lintas Generasi”, Jumat (26/06).
Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, H. Pril Marori menekankan bahwa core values ASN “BerAKHLAK” jangan hanya menjadi slogan di atas kertas atau sekadar hafalan.
“Hendaknya itu dapat menjadi budaya kerja kita yang bukan hanya tertulis di atas kertas, tapi bagaimana budaya kerja itu menjadi detak jantung organisasi kita. Bagaimana budaya kerja tersebut dapat tercermin dalam keseharian kita,” ujarnya tegas.
Di hadapan para ASN yang mengikuti kegiatan dari kediaman masing-masing karena sistem Work From Home (WFH), H. Pril Marori mengingatkan bahwa ekspektasi publik terhadap Kementerian Agama kini semakin tinggi. Lahirnya teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) harus direspons dengan sikap adaptif.
Ia menambahkan, masyarakat saat ini tidak akan tinggal diam melihat kinerja pelayanan publik yang berbelit-belit.
“Masyarakat tidak lagi menoleran terhadap birokrasi pekerjaan kita yang lambat, yang berbelit-belit, dan kaku. Pelaksanaan nilai budaya kerja yang kita laksanakan sekarang itu harus mutlak, harus berani kita adaptif terhadap perkembangan zaman,” lanjutnya.
Mengusung tema sinergi lintas generasi, H. Pril Marori mengajak seluruh elemen di Kemenag Babel—mulai dari generasi muda hingga senior—untuk saling melengkapi. Menurutnya, ilmu yang dipelajari di masa lalu bisa jadi sudah tidak relevan lagi dengan regulasi dan dinamika teknologi hari ini. Oleh karena itu, ASN harus terus belajar secara mandiri dan tidak hanya mengandalkan diklat formal.
“Dengan growth mindset (pola pikir bertumbuh), saya kira tidak akan ada lagi sekat-sekat akan ketidakmampuan. Semua hambatan itu akan kita pandang sebagai sebuah batu loncatan yang akan melahirkan inovasi-inovasi pelayanan yang lebih prima,” jelas H. Pril Marori.
Usai dibuka secara resmi oleh Plt. Kakanwil, kegiatan sosialisasi ini dilanjutkan dengan pemaparan materi yang interaktif dari para narasumber berkompeten di lingkungan Kanwil Kemenag Babel.
Hadir sebagai narasumber utama untuk membedah esensi budaya kerja ini adalah H. Tri Edy Kesumo Raharjo (Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam / Kabid Papkis) serta Sakiyo (Pembimbing Masyarakat / Pembimas Buddha). Kedua narasumber tersebut mengupas tuntas strategi implementasi growth mindset serta langkah nyata membangun kolaborasi tanpa sekat antargenerasi di lingkungan kerja.
Di akhir arahan, H. Pril Marori mengajak seluruh jajaran di Kemenag Babel—mulai dari tingkat Kanwil, Kabupaten, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, hingga para penyuluh dan penghulu—untuk memperkuat kolaborasi demi meningkatkan citra positif organisasi.
Kegiatan sosialisasi ini pun resmi dibuka dengan pembacaan lafaz basmalah bersama-sama secara virtual. Diharapkan ruang pertemuan digital ini bisa menjadi sarana saling mengingatkan dalam kebaikan (watawa saubil haqqi watawa saubish sabr) demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Bumi Serumpun Sebalai. (Gema)










