Gemerlap Sannipata Waisak 2570 BE Babel, Hans Sebastian: Bukti Nyata Toleransi Tanpa Sekat

oleh -608 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Langit malam di atas Vihara Satya Dharma, Kepulauan Bangka Belitung, seketika berubah menjadi panggung magis pada Senin malam (15/06). Ribuan pasang mata terpaku menyaksikan ratusan lampion terbang perlahan, membawa serta doa dan harapan dalam perayaan Sannipata Waisak 2570 BE / 2026. Kemeriahan yang berbalut khidmat ini sukses mencuri perhatian tokoh masyarakat, Hans Sebastian, yang hadir langsung di tengah-tengah umat.

 

banner 336x280

Acara yang dipadati oleh warga dari berbagai kalangan ini tidak hanya sekadar ritual keagamaan, melainkan sebuah pesta budaya yang memikat. Kemeriahan diawali dengan rangkaian pentas seni yang dibawakan secara apik oleh anak-anak Buddhis. Lewat tarian tradisional dan visualisasi teatrikal, mereka tidak hanya menunjukkan bakat, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang perdamaian, toleransi, dan cinta kasih universal. Puncak dari malam perayaan ini ditandai dengan pelepasan lampion ke udara, yang menyimbolkan pencerahan dan pengikisan kegelapan batin.

 

Ditemui di sela-sela acara, Hans Sebastian salah satu umat Buddha tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya atas konsep dan eksekusi perayaan yang dinilainya sangat spektakuler tersebut.

 

“Kegiatan ini ‎sangat luar biasa dan amazing. Ini adalah representasi nyata dari sebuah kebersamaan yang indah. Kita bisa melihat bagaimana umat Buddha di Bangka Belitung sudah sangat terbiasa hidup dalam harmoni dan konsisten berbagi kepada masyarakat luas tanpa memandang sekat agama,” ujar Hans dengan nada impresif.

 

Lebih jauh, Hans melihat bahwa Sannipata Waisak di Vihara Satya Dharma ini memiliki potensi besar yang melampaui sekadar ritual peribadatan. Menurutnya, acara ini memuat nilai sosiologis dan ekonomi yang kuat jika dikelola dengan skala yang lebih masif.

 

Melihat antusiasme masyarakat yang meluap, Hans melayangkan sebuah harapan besar untuk penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang. Ia menegaskan pentingnya peningkatan skala acara agar dikemas jauh lebih meriah dan megah guna menjaring daya tarik wisatawan, baik di skala nasional maupun internasional. Bersamaan dengan itu, Hans mendorong intervensi anggaran dari pemerintah daerah agar tidak ragu mengucurkan bantuan dana segar demi menyokong proses produksi kegiatan keagamaan sekaligus budaya ini.

 

Menurut Hans, dukungan finansial dari pemerintah bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi strategis. Jika dikonsep secara matang, perayaan Waisak ini dapat bertransformasi menjadi event pariwisata tahunan berbasis ekonomi kreatif yang mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari sektor UMKM, perhotelan, hingga transportasi.

 

“Ini adalah bentuk kerendahan hati umat Buddha untuk selalu berbagi dengan sesama. Jika pemerintah hadir dan ikut menyokong pendanaannya, kita tidak hanya merawat toleransi, tetapi juga membangun panggung ekonomi kreatif baru bagi Bangka Belitung,” pungkasnya optimis.

 

Malam semakin larut, namun kehangatan di Vihara Satya Dharma kian terasa. Perayaan Sannipata Waisak tahun ini berhasil mengirimkan pesan kuat ke penjuru negeri: bahwa di bawah langit Bangka Belitung, perbedaan luluh dalam indahnya kebersamaan dan nyala lampion yang damai. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.