BANGKA BARAT, BERITA-FAKTA.COM — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pangkalpinang, K.H. Zainuddin Alwi, memimpin langsung rombongan studi terap dan silaturahmi strategis ke Sekretariat MUI Kabupaten Bangka Barat di Masjid Agung Baitur Ridha, Muntok, Sabtu (15/8/2026). Langkah diplomasi keumatan ini diambil untuk memperkuat efektivitas program penguatan moral serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung.
Didampingi jajaran pengurus harian dan perwakilan Bagian Kesra Setda Kota Pangkalpinang, kedatangan K.H. Zainuddin Alwi disambut hangat oleh Ketua MUI Bangka Barat K.H. Mukhlisin Malik dan Ketua Dewan Pertimbangan K.H. Muhammad Toha dalam suasana penuh kekeluargaan.
Dalam pemaparannya, K.H. Zainuddin Alwi menegaskan bahwa agenda kunjungan kerja ini bertujuan untuk saling berbagi praktik baik pengelolaan program keumatan. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pangkalpinang yang menyalurkan hibah tahunan secara transparan, yang salah satu fokus utamanya dialokasikan untuk pendampingan sertifikasi halal gratis bagi pelaku UMKM.
“Pangkalpinang sebagai pusat perputaran ekonomi dan wisata harus memberikan jaminan rasa aman. Dengan sertifikasi halal yang jelas, warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Pangkalpinang tidak ragu lagi mengonsumsi produk UMKM lokal,” tegas K.H. Zainuddin Alwi.
Di bawah kepemimpinannya, program kerja lintas komisi MUI Pangkalpinang dinilai makin progresif. Selain perlindungan produk halal hingga edukasi kehalalan jasa laundry dan pembinaan Rumah Potong Hewan (RPH), program MUI Goes to School juga masif digelar untuk membina generasi muda.
Tak hanya fokus pada ekonomi syariah, ulama karismatik ini juga menyuarakan perhatian serius terhadap isu degradasi moral. K.H. Zainuddin Alwi menegaskan komitmen teguh MUI Pangkalpinang dalam mengawal fatwa MUI Pusat terkait penolakan terhadap propaganda LGBT.
Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, K.H. Zainuddin Alwi memberikan imbauan menohok kepada masyarakat dan penyelenggara acara hiburan rakyat agar tetap menjaga martabat dan norma Islam.
“Kita harus cerdas memilah hiburan. Jangan sampai atas nama perlombaan atau hiburan HUT RI, ada tradisi yang melenceng seperti pria mengenakan daster atau pakaian wanita. Walau diniatkan hanya berguyon, hal itu bisa menjadi celah normalisasi perilaku salah yang merusak moral generasi muda,” pangkasnya.
Pertemuan produktif ini turut diperkaya dengan masukan dari pengurus MUI lainnya, termasuk sorotan ancaman narkoba di kawasan pelabuhan Muntok yang disampaikan Wakil Ketua MUI Pangkalpinang Paidi Ahmad, serta penekanan dakwah hikmah oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Ali Wafa.
Melalui kepemimpinan aktif K.H. Zainuddin Alwi, kegiatan studi terap ini ditutup dengan kesepakatan sinergi interaktif antara MUI Pangkalpinang dan MUI Bangka Barat untuk bersama-sama membentengi moralitas serta kesejahteraan umat di Kepulauan Bangka Belitung. (Gema)









