PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Ratusan umat Buddha di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkumpul dalam khidmat dan kedamaian di Vihara Satya Dharma, Senin malam (15/06/2026). Mengusung esensi keanekaragaman sebagai kekuatan, perayaan puncak Sannipata Waisak 2570 BE ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh toleransi dan merajut harmoni di Bumi Serumpun Sebalai.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diisi dengan berbagai rangkaian acara dan pentas seni yang menyemarakkan suasana. Mulai dari tarian ma shang lay, sendra tari, tarian liang liang mahasi, tari Sekar rinonce, line dance, hingga pertunjukan barongsai serta liong-liong naga, yang semuanya merupakan persembahan indah dari umat Buddha berbagai Vihara.
Acara inti ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemprov Babel, Andri Nurtito; Plt. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Babel, H. Pril Marori; Kapolda Babel yang diwakili Kapolres Pangkalpinang, Indra Wijatmiko, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Babel, Sakiyo, Penyelenggara Buddha Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Misno, serta Ketua FKUB Provinsi Babel, Subuh Wibisono.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Sannipata Waisak, Endro Lukito, menyampaikan bahwa malam puncak ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian kegiatan spiritual dan sosial yang telah berjalan sukses.
“Malam ini adalah puncak dari rangkaian kegiatan yang telah kami laksanakan, mulai dari aksi bersih makam, penuangan ekoenzim, gerakan Ekoteologi, hingga pembersihan tempat ibadah masing-masing,” ujar Endro.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas swasembada dan gotong royong seluruh umat Buddha di Babel. Menyelaraskan dengan kondisi bangsa, tema “Harmoni Kunci Perdamaian Negeri” sengaja diangkat untuk merefleksikan pentingnya mengelola perbedaan menjadi sebuah kekuatan persatuan.
Sementara itu, Ketua Permabudhi Babel, Charlie Sendra Budi, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh dari pemerintah daerah. Bagi Charlie, kehadiran para pemangku kebijakan merupakan bukti nyata hadirnya negara dalam menjaga kerukunan beragama.
Di tengah momentum suci menyambut kelahiran Siddharta Gautama, Charlie juga menitipkan sebuah harapan besar bagi perkembangan spiritualitas umat Buddha di Babel. Ia berharap pemerintah dapat mendukung penyediaan tempat tinggal atau tempat singgah yang layak bagi para anggota Sangha (Bhikkhu/Bante) di Vihara Satya Dharma Buddhis Center.
“Adanya rohaniawan atau bante yang menetap tentu akan sangat membantu memberikan Dharma-Dharma kehidupan kepada masyarakat. Kami berharap sinergi yang baik ini terus berlanjut, sehingga cita-cita kita bersama untuk membangun Bumi Serumpun Sebalai yang harmoni dapat tercapai,” tutur Charlie.
Menanggapi harapan umat, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung memberikan respons positif. Menyampaikan pesan tertulis dari Gubernur Babel yang berhalangan hadir, Staf Khusus Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Andri Nurtito, memberikan ucapan selamat Hari Raya Waisak 2570 BE kepada seluruh umat Buddha yang merayakan.
Pemerintah menegaskan bahwa Waisak bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum krusial untuk merefleksikan nilai-nilai luhur Buddha Gautama.
Perayaan ini membawa pesan tentang pentingnya menebarkan cinta kasih universal tanpa memandang sekat perbedaan, menjaga keharmonisan sosial sebagai fondasi utama pembangunan daerah, serta memperkuat komitmen bersama demi persatuan antarumat beragama.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memperkuat persatuan. Nilai-nilai kebajikan yang didapat dari perayaan Waisak ini harus direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari, demi mewujudkan masyarakat Babel yang damai dan sejahtera,” pungkas Andri. (Gema)









