PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pangkalpinang bergerak cepat mematangkan persiapan Kemah Pemuda Lintas Agama tahun 2026. Langkah ini diawali dengan peninjauan langsung lokasi kegiatan di Pondok Pesantren Daar El Ihsan (Pondok Trendi), Desa Petaling, Kabupaten Bangka, pada Kamis (14/5/2026).
Rombongan FKUB yang dipimpin oleh Sekretaris I Zamhari, Sekretaris II H. Delip Atmaja, dan Pembina Umat Islam Ustadz Indra Idris, disambut hangat oleh pihak pesantren. Kunjungan ini merupakan bagian dari survei lapangan teknis guna memastikan kesiapan sarana pendukung bagi perhelatan besar yang akan digelar bersama Badan Kesbangpol Kota Pangkalpinang pada 19-21 Juni mendatang.
Sekretaris II FKUB Pangkalpinang, H. Delip Atmaja, menegaskan bahwa pemilihan Pondok Trendi bukan sekadar urusan teknis tempat, melainkan ada pesan simbolis yang ingin disampaikan. Menurutnya, pesantren ini memiliki atmosfer yang sangat tepat untuk menumbuhkan semangat kebhinekaan di kalangan milenial dan Gen Z.
“Kami ingin para pemuda lintas agama merasakan langsung bagaimana lingkungan pesantren yang modern dan inklusif. Pondok Trendi memiliki fasilitas yang representatif dan yang terpenting adalah semangat keterbukaannya. Kami ingin memastikan setiap peserta nantinya merasa nyaman dan mendapatkan pengalaman spiritualitas yang berkesan dalam bingkai kerukunan,” ujar H. Delip di sela-sela peninjauan fasilitas.
Pimpinan Pondok Trendi, Ustadz Harizan, memberikan apresiasi tinggi atas kepercayaan FKUB memilih pesantrennya sebagai titik temu pemuda beda keyakinan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata memuliakan tamu sekaligus laboratorium pembelajaran bagi para santrinya.
“Alhamdulillah, ini kebahagiaan besar bagi kami. Kami sangat terbuka, welcome banget untuk kegiatan seperti ini. Bahkan dulu pernah kami sampaikan, agama apa pun yang ingin membuat acara positif di Pondok Trendi, kami persilakan,” tegas Ustadz Harizan dengan antusias.
Menurutnya, keberadaan pemuda dari berbagai agama di lingkungan pesantren akan mematahkan stigma eksklusivitas. Hal ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi santri agar mereka terbiasa berinteraksi dalam keberagaman tanpa kehilangan jati diri keislamannya.
Harizan juga berharap Pondok Trendi dapat menjadi pionir bagi lembaga pendidikan Islam lainnya di Bangka Belitung untuk lebih terbuka terhadap realitas sosial yang majemuk. Ia memandang perbedaan bukanlah penghalang, melainkan ketetapan Tuhan (sunnatullah) yang harus dirawat bersama.
“Harapan kami, pondok ini bisa menjadi lembaga yang konsisten mendukung keanekaragaman agama dan budaya. Kita tidak boleh menutup diri dari sunnatullah perbedaan. Semoga langkah kecil ini bisa diikuti oleh pesantren lain untuk bersama-sama menjaga harmoni bangsa,” tambahnya.
Kemah Pemuda Lintas Agama 2026 ini diproyeksikan akan diikuti oleh puluhan delegasi pemuda dari beberapa SLTA, SMK dan MA. Dengan kolaborasi apik antara FKUB, Kesbangpol, dan institusi pendidikan seperti Pondok Trendi, kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya generasi muda yang moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan di Kota Pangkal Kemenangan. (Gema)










