Drama Pilkada Bangka: Sidang Sengketa Bagaikan Komedi Putar, Nasib Paslon Terombang-ambing

oleh -514 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA, lBERITA-FAKTA.COM– Ibarat main kucing-kucingan, begitulah gambaran musyawarah terbuka penyelesaian sengketa pemilihan antara KPU Kabupaten Bangka dan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Rato Rusdiyanto-Rahmadian.

Drama yang seharusnya berjalan sakral ini justru terkesan seperti sidang anak kecil, sebuah tontonan yang tak jelas rupa dan tujuannya.

banner 336x280

 

Musyawarah yang dinahkodai oleh Ketua Bawaslu Bangka, Fega Erora, ini sudah cacat sejak awal.

Jadwal sidang pukul 09.00 pagi melar hingga satu jam, bagaikan sebuah janji manis yang tak ditepati.

 

Dalam persidangan, kedua belah pihak memaparkan duduk perkara pencoretan Rato-Rahmadian dari bursa pencalonan.

Ironisnya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa KPU Bangka telah menerima surat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur, yang seharusnya menjadi lampu hijau bagi pasangan calon ini.

 

Namun, KPU seolah menutup mata, tidak pernah menggunakan surat tersebut sebagai dasar penetapan.

Sikap main-main ini menciptakan ketidakjelasan yang menggantung di udara.

 

Setelah Majelis Hakim memanggil kedua belah pihak, sebuah titik terang sempat muncul.

Baik Pemohon maupun Termohon sepakat bahwa data yang disampaikan sudah memenuhi syarat berdasarkan PKPU.

Kesepakatan manis itu seolah menjadi angin segar bagi nasib Rato-Rahmadian.

 

Namun, seperti komedi putar, kesepakatan itu tak bertahan lama.

Ketua Majelis Hakim justru menskor sidang hingga Pukul satu siang. Saat sidang kembali dibuka, permintaan aneh kembali muncul.

 

Majelis Hakim yang semula meminta kesimpulan secara lisan, berbalik arah bagai jarum jam, dan meminta kesimpulan tertulis.

 

Permintaan mendadak ini membuat kedua belah pihak, yang semula sepakat menyampaikan secara lisan, harus putar otak.

Akhirnya, keduanya menyerahkan surat kesimpulan kepada Bawaslu sebagai dasar penetapan.

 

Namun, tak lama berselang, sidang yang baru berjalan kurang dari 15 menit itu kembali dipalu dan diskor oleh Fega Erora hingga Senin mendatang, 4 Agustus 2005.

Aksi ini bak menjatuhkan palu godam pada harapan yang mulai tumbuh.

 

Pertanyaan pun menggantung di benak banyak orang, akankah ada kepastian bagi Rato-Rahmadian, atau akankah mereka terus terombang-ambing dalam drama yang tak berujung ini?

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.