Pasca Empat Paslon Boikot Debat Publik, Begini Imbauan dari Rudianto Tjen

oleh -472 Dilihat
oleh
banner 468x60

Bangka, Berita-Fakta.com — Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Rudianto Tjen, mengimbau pasangan calon (paslon) Ferry-Syahbudin untuk tetap mengikuti debat publik yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka.

Imbauan ini disampaikan dalam suasana santai saat berbincang dengan awak media di Warung Kopi Afang, Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Minggu, 10 Agustus 2025.

banner 336x280

Dalam pernyataannya, Rudianto menegaskan pentingnya mengikuti proses demokrasi secara fair dan tidak menghindari tahapan yang telah ditetapkan KPU.

“Saya sudah sarankan untuk tidak boikot debat. Kita harus menjalani proses ini dengan benar sesuai aturan yang ada. Jika itu hak mereka untuk ikut, mengapa harus boikot? Kita harus menyambut proses ini dengan terbuka dan bertanding secara adil,” ujar Rudianto di Warung Kopi Afang Sungailiat, Bangka.

PDI-P Pilih Tak Campuri Polemik KPU dan Bawaslu

Rudianto juga menegaskan bahwa PDI-P memilih untuk tidak terlibat dalam polemik yang tengah berkembang antara KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka terkait penyelenggaraan Pilkada 2025.

“Kami tidak ikut-ikutan dalam urusan itu. Kami serahkan sepenuhnya kepada KPU dan Bawaslu untuk menangani sesuai kewenangan masing-masing,” jelasnya.

Pernyataan ini merujuk pada ketegangan yang muncul pasca-penetapan paslon Rato-Ramadian sebagai pasangan calon nomor urut 5 oleh KPU Bangka.

Keputusan tersebut memicu protes dari empat paslon lainnya, yang mempertanyakan proses penetapan hingga menolak perubahan skema kampanye dan jadwal debat publik yang telah dirancang KPU.

Hak Paslon Rato-Ramadian untuk Maju Harus Dihormati

 

Sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bangka Belitung, Rudianto berpendapat bahwa setiap paslon yang telah memenuhi syarat berhak untuk maju dalam kontestasi Pilkada.

“Jika memang hak mereka untuk maju dan syaratnya sudah terpenuhi, silakan saja. Meskipun mungkin kehadiran banyak calon bisa merepotkan, itu adalah bagian dari dinamika dan risiko dalam perjuangan politik,” ungkapnya.

Rudianto menambahkan bahwa PDI-P memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh terkait konflik antara paslon dan penyelenggara pemilu.

“Itu urusan KPU dan Bawaslu. Kami fokus pada langkah-langkah yang sesuai dengan jalur demokrasi,” tegasnya.

Latar Belakang Empat Calon Tolak Debat Publik

Polemik di Kabupaten Bangka bermula setelah KPU menetapkan paslon Rato-Ramadian sebagai pasangan calon nomor urut 5.

Keputusan ini memicu reaksi keras dari empat paslon lainnya, yang mendatangi kantor KPU Bangka untuk meminta penjelasan.

Mereka juga menyatakan keberatan terhadap rencana perubahan skema kampanye dan jadwal debat publik yang dianggap tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Protes ini menambah kompleksitas persiapan Pilkada Bangka 2025, yang menjadi sorotan publik karena melibatkan sejumlah paslon potensial dengan basis pendukung yang kuat.

Meski demikian, Rudianto menegaskan bahwa PDI-P tetap berkomitmen mendukung proses demokrasi yang transparan dan adil.

“Kita tunjukkan demokrasi dari partai kita untuk transparan dan adil”tegasnya.

Ajakan untuk Menjaga Sportivitas

Imbauan Rudianto kepada paslon Ferry-Syahbudin untuk tetap mengikuti debat publik mencerminkan semangat sportivitas dalam kompetisi politik.

Debat publik sendiri merupakan salah satu tahapan krusial dalam Pilkada, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menilai visi, misi, dan kapabilitas masing-masing paslon.

Dengan sikap ini, PDI-P berharap Pilkada Bangka 2025 dapat berjalan lancar tanpa terganggu oleh konflik atau boikot yang dapat merugikan proses demokrasi.

“Kita harus tunjukkan bahwa demokrasi di Bangka berjalan dengan baik dan semua pihak bisa bersaing dengan sehat,” tutup Rudianto.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.