Datuk Agus Adau Sentil DPRD Babel Soal Wacana Pemakzulan: “Buang Energi, Serahkan ke Process Hukum”

oleh -484 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Salah satu tokoh presidium pendiri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Datuk Agus Adau, menyampaikan pesan mendalam terkait situasi politik dan dinamika hukum yang tengah terjadi di Bangka Belitung. Pesan tersebut disampaikannya saat ditemui di kediamannya pada malam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperingati ulang tahunnya yang ke-68, Senin (17/8/2026).

 

banner 336x280

Datuk Agus Adau mengingatkan seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didirikan bukan atas pemberian, melainkan melalui proses perjuangan yang panjang. Oleh karena itu, kebersamaan dan kekompakan harus terus dijaga demi marwah daerah.

 

“Babel ini bukan provinsi pemberian, tetapi provinsi perjuangan. Sesuatu yang kita perjuangkan harus kita jaga rapi-rapi. Kita boleh cari harta dan tahta, tetapi yang paling utama adalah menjaga marwah,” ujar Datuk Agus Adau.

 

Menanggapi rumor dan isu konflik internal antara Gubernur dan Wakil Gubernur, serta dugaan kasus hukum yang menyeret nama pejabat daerah, Hellyanatermasuk tuduhan perkara penipuan hingga dugaan penggunaan ijazah palsu Agus Adau menegaskan agar semua pihak tidak mencampuradukkan urusan pribadi dengan marwah institusi daerah.

 

Menurutnya, dugaan kasus hukum yang ada saat ini sudah masuk ke dalam ranah proses hukum dan dinilai sebagai ranah pribadi maupun internal yang sebaiknya diselesaikan sesuai koridor hukum yang berlaku.

 

“Kasus dugaan penipuan maupun dugaan ijazah palsu itu proses hukumnya sedang berjalan. Perkara ijazah palsu bahkan sudah ditangani pihak Bareskrim dan dilimpahkan ke kejaksaan. Biarkan lembaga hukum yang bekerja dan menjalankan tugasnya,” tegasnya.

 

Selain itu, Datuk Agus Adau juga menyampaikan kekecewaannya terhadap beberapa anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dinilai terlalu fokus pada wacana atau misi pemakzulan. Ia menilai wacana tersebut hanya membuang energi di tengah masih banyaknya tugas legislasi dan pelayanan masyarakat yang harus diselesaikan.

 

“Saya sedikit kecewa terhadap beberapa anggota DPRD Babel yang hari ini fokus dengan misi pemakzulan. Ini buang-buang energi, masih banyak tugas dewan lainnya. Wacana pemakzulan ini sudah terlambat karena proses hukumnya sendiri sudah berjalan,” ungkapnya.

 

Di akhir penyampaiannya, tokoh senior presidium ini mengimbau kepada Gubernur, Wakil Gubernur, kepala dinas, hingga seluruh jajaran aparatur sipil negara untuk tetap menjaga harmonisasi dan niat baik dalam membangun Bangka Belitung.

 

“Semua pimpinan dan pejabat pada akhirnya akan purna tugas dan meninggalkan dunia. Tidak ada yang perlu dipertaruhkan selain niat baik untuk membangun negeri tercinta ini. Mari kita jaga harmonisasi,” pungkasnya. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.