Cegah Hoaks dan Krisis Iklim, Pengawas PAI Pangkalpinang Bakar Semangat Pemuda Lintas Agama

oleh -340 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Pemuda hari ini adalah potret Indonesia di masa depan. Di tengah kepungan tantangan digital dan isu pemanasan global, generasi muda dituntut tidak hanya menjadi pelopor kerukunan, tetapi juga benteng pelestari bumi.

 

banner 336x280

Semangat inilah yang menggelora dalam kegiatan Kemah Pemuda Lintas Agama yang digelar di Pondok Pesantren Trendi Daar El-Ihsan Petaling, Jumat (19/06). Acara ini menjadi momentum krusial dengan hadirnya Pengawas PAI Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang sebagai narasumber utama.

 

Dalam paparannya, narasumber mengupas tuntas urgensi Moderasi Beragama dan Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup sebagai pilar penting bagi masa depan bangsa.

 

Di hadapan para peserta, Pengawas PAI Pangkalpinang memetakan tantangan berat yang dihadapi generasi muda saat ini. Mulai dari maraknya hoaks, ujaran kebencian, fanatisme berlebihan, hingga polarisasi di media sosial yang mengancam persatuan. Tidak hanya itu, krisis lingkungan seperti darurat sampah plastik, pencemaran laut, banjir, hingga perubahan iklim ekstrem akibat penggundulan hutan turut menjadi sorotan tajam.

 

“Moderasi Beragama bukanlah upaya memoderasi agama itu sendiri, melainkan memoderasi pemahaman dan pengamalan kita dalam beragama. Tujuannya agar kita terhindar dari sikap ekstrem, mampu menjaga kerukunan, sekaligus mengimplementasikan esensi ajaran agama untuk kemaslahatan umum, termasuk menjaga alam,” tegas narasumber di tengah jalannya kegiatan.

 

Untuk mewujudkan iklim yang harmonis, pemuda diajak untuk mengukur keberhasilan program ini melalui empat indikator utama Moderasi Beragama, yaitu komitmen kebangsaan, anti-kekerasan, toleransi, dan penerimaan terhadap tradisi lokal. Namun, seluruh teori tersebut tidak akan berdampak tanpa adanya gerakan konkret di lapangan.

 

Melalui Kemah Lintas Agama ini, para peserta didorong untuk segera menginisiasi aksi nyata secara kolektif. Langkah tersebut dimulai dengan gerakan menanam pohon bersama untuk memperluas daerah resapan air, dilanjutkan dengan aksi bersih kawasan pantai dari limbah berbahaya. Selain itu, para pemuda juga diajak untuk berkomitmen mengurangi penggunaan sampah plastik dalam aktivitas sehari-hari serta menggalakkan kampanye lingkungan digital guna menyebarkan konten positif dan edukatif di media sosial.

 

Menutup sesi materi, Pengawas PAI Pangkalpinang meminta agar setelah kegiatan ini selesai, para peserta tidak pulang dengan tangan kosong.

 

Ada tiga hal fundamental yang harus dibawa pulang dan dideklarasikan oleh para peserta kemah, yakni membawa Semangat Persaudaraan untuk menghargai perbedaan, menumbuhkan Kepedulian Lingkungan lewat tindakan nyata, serta memperkuat Komitmen Menjaga NKRI. Lewat kolaborasi lintas iman ini, pemuda membuktikan bahwa perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan bersama untuk merawat kerukunan dan menjaga bumi pertiwi. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.