Bongkar Muat Pasir Hitam Depan Kediaman Andi Kusuma Timbul Kecurigaan

oleh -570 Dilihat
oleh
Kecurigaan aktivitas bongkar muat menggunakan forklift di jalur Pangkalpinang-Sungailiat itu mencuat usai klaim menyimpan batubara antrasit berkadar karbon tinggi yang sering dipakai industri peleburan timah. (Foto: ist)
Kecurigaan aktivitas bongkar muat menggunakan forklift di jalur Pangkalpinang-Sungailiat itu mencuat usai klaim menyimpan batubara antrasit berkadar karbon tinggi yang sering dipakai industri peleburan timah. (Foto: ist)
banner 468x60

Bangka, Berita-Fakta — Aktivitas bongkar muat misterius terjadi di Jalan Raya Pangkalpinang-Sungailiat, tepatnya di Desa Merawang, Kabupaten Bangka, pada Sabtu malam (29/11/2025). Sekitar pukul 22.00 WIB, beberapa truk tronton mengangkut ratusan karung jumbo bag berukuran besar dan membongkarnya di sebuah gudang milik Andi Kusuma yang terletak di belakang kandang ternak.

Proses bongkar muat dilakukan dengan forklift di bawah penerangan seadanya, sehingga menarik perhatian warga dan awak media yang kebetulan melintas. Belum diketahui secara pasti isi karung-karung jumbo bag tersebut, namun ukurannya yang massif memicu berbagai spekulasi.

banner 336x280

Saat dikonfirmasi di lokasi, Andi Kusama, pemilik gudang, buru-buru membantah bahwa barang yang dibongkar adalah timah atau limbah timah. “Itu isinya antasid. Hanya bahan untuk pembakaran batubara, bukan timah atau pengolahan limbah. Itu hanya dititipkan di gudang belakang rumah saya,” ujar Andi Kusama, Sabtu malam.

Pernyataan serupa disampaikan Direktur CV Timah Indo Nagari, Rizky—yang akrab disapa Kiki. “Barang-barang itu bukan timah, bukan pula pengolahan limbah. Itu adalah antasit yang digunakan untuk pembakaran, hanya dititipkan di gudang tersebut,” tegas Rizky.

Namun, istilah “antasid” atau “antasit” yang mereka sebut justru menambah tanda tanya. Ketika ditanya asal-usul ratusan karung tersebut, baik Andi maupun Rizky enggan memberikan penjelasan rinci. Penelusuran di lapangan mengungkap bahwa “antasid” yang dimaksud merujuk pada batubara antrasit (anthracite), jenis batubara dengan kadar karbon tertinggi (86-97 persen) yang menghasilkan panas sangat besar.

Antrasit kerap digunakan sebagai bahan bakar atau reduktor dalam proses peleburan logam, termasuk industri pengolahan timah. Hingga Minggu siang (30/11/2025), belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bangka Belitung terkait aktivitas tersebut.

Kasus serupa pernah terjadi di Bangka Belitung, di mana batubara antrasit diduga digunakan untuk melebur timah ilegal karena mampu mencapai suhu tinggi yang dibutuhkan tanpa meninggalkan jejak abu yang mencolok. Warga sekitar berharap pihak berwenang segera melakukan penyelidikan agar aktivitas tengah malam di gudang Merawang itu tidak lagi memunculkan kecurigaan penyelundupan atau pengolahan timah ilegal.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.