Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Dalam Dhamma Buddha Bersama Pelajar Buddhis

oleh -321 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Pelajar Buddhis di SMA Santo Yosep Pangkalpinang mendapat bimbingan rutin setiap hari Jumat dari Penyelenggara Bimas Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Misno, S.Ag. Kegiatan bimbingan yang berlangsung pada Jumat, 22 Agustus 2025 ini mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju dalam Dhamma Buddha Bersama Pelajar Buddhis”.

 

banner 336x280

Dalam arahannya, Misno menekankan pentingnya ajaran Sang Buddha sebagai landasan untuk membangun kehidupan yang damai, sejahtera, dan membawa kemajuan bagi Indonesia. Ia menjelaskan bagaimana nilai-nilai universal Dhamma relevan dengan tema yang diangkat, yang mencakup kebajikan, kedamaian, dan kebijaksanaan.

 

Persatuan dan Kedaulatan Berlandaskan Dhamma

 

Misno mengawali sesi dengan membahas persatuan. Ia mengingatkan para pelajar bahwa keberagaman Indonesia hanya dapat kokoh jika didasarkan pada semangat kebersamaan dan cinta kasih (mettā).

 

“Persaudaraan membawa kebahagiaan, perpecahan membawa penderitaan,” ujarnya, mengutip ajaran Sang Buddha.

 

Ia mengajak pelajar untuk tidak membeda-bedakan teman, bekerja sama dalam kebaikan, dan menjadi sahabat bagi semua.

 

Selain itu, ia juga menyoroti makna kedaulatan dalam konteks Dhamma. Menurutnya, berdaulat berarti berdiri teguh di atas kebenaran, sebagaimana ajaran “Attāhi attano nātho” (Diri sendiri adalah pelindung bagi dirinya).

 

Dalam konteks pelajar, hal ini diwujudkan dengan tidak menyontek, tidak terpengaruh ajakan negatif, serta berani berkata benar dan jujur.

 

Kesejahteraan dan Kemajuan Dimulai dari Generasi Muda

 

Lebih lanjut, Misno menjelaskan bahwa kesejahteraan bukan hanya tentang kekayaan materi, melainkan juga kekayaan batin yang damai. Merujuk pada Sigalovada Sutta, ia menyampaikan sejumlah cara hidup sejahtera, seperti rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, menolong teman, dan menghindari pergaulan buruk.

 

Ia meyakini, jika para pelajar memiliki karakter yang baik, masyarakat pun akan turut sejahtera. Kemajuan bangsa, lanjutnya, ditentukan oleh kualitas moral generasi muda.

 

Oleh karena itu, ia mendorong para pelajar Buddhis untuk menjadi teladan dalam hal disiplin, rajin belajar, berakhlak baik, serta menghargai keberagaman.

 

Misno menutup bimbingannya dengan mengutip Dhammapada: “Hentikan kejahatan, lakukan kebaikan, sucikan pikiran.”

 

Kegiatan bimbingan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermoral, serta siap membangun Indonesia yang damai dan sejahtera dengan berlandaskan ajaran Dhamma.

Sumber; Penyelenggara Bimas Buddha Kemenag Pangkalpinang 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.