PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Dalam upaya mengakselerasi kualitas Pendidikan Agama Islam (PAI), Pengawas Sekolah PAI Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Roswita, menggelar kegiatan pendampingan intensif bagi para guru PAI di SD Muhammadiyah Pangkalpinang pada Senin (27/04).
Kegiatan yang berfokus pada penguatan kompetensi pedagogik dan manajerial ini diikuti oleh enam tenaga pendidik, yakni Rifki Wirmansyah, Wildan Isa Ar Razie, Aditya, Siti Khotimah, Muhimatu Dzakira, dan Muhammad Syahrul. Jalannya kegiatan turut dikawal langsung oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah, Firda Ratna Sari.
Dalam arahannya, Roswita menekankan tiga pilar utama pembinaan, yaitu: Efektivitas Pembelajaran dengan meninjau langsung praktik pengajaran di dalam kelas. Ketertiban Administrasi melalui penguatan penyusunan perangkat pembelajaran yang sistematis. Serta Literasi Digital dengan optimalisasi penggunaan aplikasi SIAGA sebagai instrumen vital pengelolaan data dan profesionalitas guru.
“Pendampingan ini bertujuan memastikan proses pembelajaran PAI berjalan efektif. Guru tidak hanya dituntut mengajar dengan baik, tapi juga harus tertib administrasi dan adaptif terhadap teknologi melalui aplikasi SIAGA,” tegas Roswita.
Antusiasme terlihat sepanjang sesi, di mana para guru terlibat aktif dalam diskusi interaktif mengenai tantangan riil di lapangan, mulai dari dinamika kelas hingga teknis pengelolaan data digital.
Kepala SD Muhammadiyah, Firda Ratna Sari, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif jemput bola yang dilakukan oleh pengawas Kemenag tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi stimulan penting bagi peningkatan mutu SDM di sekolahnya.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Pendampingan ini memberikan dampak konkret bagi guru kami, terutama dalam meningkatkan kompetensi profesional dan kerapian administrasi pembelajaran,” ujar Firda.
Melalui sinergi ini, para guru PAI diharapkan mampu bertransformasi menjadi tenaga pendidik yang lebih profesional, melek teknologi, dan mampu menyajikan materi ajar yang berkualitas demi mencetak generasi didik yang berakhlak mulia. (Imelda)












