Wujud Nyata Kemenag Hadir untuk Semua Umat, Plt. Kakanwil Resmikan Fasilitas di Vihara Kumala Bodhi

oleh -423 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Sinergi antara pemerintah dan umat beragama dalam memperkuat fondasi spiritual generasi muda kembali mewujud nyata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H. Pril Marori, secara resmi menandatangani prasasti peresmian tiga fasilitas keagamaan strategis di Vihara Kumala Bodhi, Pangkalpinang, pada Jumat (26/6/2026).

 

banner 336x280

Penandatanganan prasasti oleh Plt. Kakanwil ini melengkapi rangkaian prosesi peresmian Gedung Sekolah Minggu Buddha (SMB), Kuti Sangha, dan Rumah Abu. Meskipun seremonial peresmian tetap berjalan sesuai jadwal pada Sabtu (20/6) pekan lalu, kehadiran resmi perwakilan vertikal Kemenag hari ini menegaskan dukungan penuh negara terhadap keberlanjutan pembinaan umat Buddha di Kota Pangkal Kemenangan.

 

Dalam kunjungan kerja tersebut, H. Pril Marori didampingi oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kemenag Babel, Sakiyo, serta Penyelenggara Bimas Buddha Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Misno. Kehadiran para pejabat teras Bimas Buddha ini sekaligus untuk meninjau langsung pemanfaatan sarana dan prasarana yang baru saja diselesaikan.

 

Ketua Panitia Peresmian, Jefryansyah, memaparkan bahwa ketiga fasilitas baru ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan spiritual umat dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari pembentukan karakter usia dini hingga pelestarian tradisi penghormatan leluhur.

 

Fasilitas pertama, Gedung Sekolah Minggu Buddha (SMB), diproyeksikan menjadi episentrum pendidikan nonformal bagi generasi muda Buddhis. Di tempat ini, anak-anak akan menempa diri dan mendalami ajaran Dharma. Struktur bangunan yang representatif ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang secara konkret mengimplementasikan nilai-nilai luhur ajaran Buddha dalam dinamika kehidupan sehari-hari. Menariknya, pembangunan gedung SMB ini merupakan buah dari realisasi bantuan anggaran Kementerian Agama RI melalui Ditjen Bimas Buddha pada tahun anggaran 2024 silam.

 

Fasilitas kedua, yakni Kuti Sangha, diproyeksikan sebagai tempat tinggal yang layak, tenang, dan kondusif bagi para Bhikkhu Sangha. Keberadaan akomodasi yang memadai dinilai sangat krusial agar para Bhikkhu dapat menjalankan praktik Buddha Dharma dengan optimal. Kenyamanan fisik dan batin para Bhikkhu dalam berasrama secara linier diyakini akan menjaga kontinuitas bimbingan spiritual yang berkualitas bagi seluruh umat Buddha di Pangkalpinang.

 

Sementara itu, fasilitas ketiga yang turut diresmikan adalah Rumah Abu. Bangunan ini tidak sekadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan, melainkan dimaknai mendalam sebagai simbol pengingat akan nilai bakti yang luhur. Rumah Abu menjadi wadah suci bagi umat untuk memberikan penghormatan terakhir serta melangitkan doa bagi para leluhur dan anggota keluarga yang telah mendahului, sekaligus menjadi benteng pelestarian tradisi spiritual yang mengakar kuat di kalangan masyarakat.

 

Di hadapan pengurus yayasan dan perwakilan umat yang hadir, Plt. Kakanwil Kemenag Babel, H. Pril Marori, mengawali sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam karena baru bisa hadir untuk menandatangani prasasti pada hari ini.

 

Ia menjelaskan, pada saat seremonial peresmian berlangsung tanggal 20 Juni lalu, dirinya tengah mengemban tugas negara yang tidak dapat ditinggalkan di Manokwari, Papua Barat, guna mendampingi langsung kontingen Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berlaga di ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional.

 

Lebih lanjut, Pril Marori menggarisbawahi bahwa rampungnya pembangunan Sekolah Minggu Buddha yang disokong oleh dana stimulan Kemenag ini merupakan potret nyata dari hadirnya negara di tengah-tengah seluruh pemeluk agama tanpa terkecuali.

 

“Keberadaan Sekolah Minggu Buddha dari bantuan Kemenag ini merupakan bukti nyata bahwa Kementerian Agama hadir untuk semua umat. Tidak ada sekat, semua mendapatkan porsi perhatian yang sama dalam bingkai kerukunan,” ujar Pril Marori tegas.

 

Menutup arahannya, Pril Marori menitipkan harapan besar kepada para pengelola Vihara Kumala Bodhi agar memaksimalkan fungsi gedung SMB tersebut. Ia menekankan bahwa tantangan zaman ke depan menuntut lahirnya pemimpin yang seimbang.

 

“Kami berharap tempat ini menjadi kawah candradimuka bagi pendidikan rohani dan karakter generasi muda kita. Kita tidak hanya membutuhkan generasi yang sekadar pandai dan cerdas secara ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mumpuni dalam hal spiritual dan rohani. Fondasi iman yang kuat inilah yang akan menjaga mereka saat menerima estafet kepemimpinan di masa yang akan datang,” pungkasnya. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.