PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang memperkuat motivasi belajar siswa dengan menggelar penyuluhan dan bimbingan agama. Penyuluh Agama Islam (PAI) Kemenag Pangkalpinang, Dwiyana Ocviyanti, M.Pd., menyampaikan materi tentang “Giat dalam Menuntut Ilmu bagi Pelajar” di hadapan siswa SDN 13 Pangkalpinang, pada Kamis (13/11).
Dalam penyuluhannya, Dwiyana menekankan bahwa giat dalam menuntut ilmu merupakan fondasi penting bagi setiap pelajar, yang diartikan sebagai memiliki semangat, kesungguhan, dan ketekunan yang tinggi dalam mencari pengetahuan, baik ilmu agama maupun ilmu umum.
“Seorang pelajar yang giat akan senantiasa rajin, disiplin, tidak mudah putus asa, serta menjadikan ilmu sebagai jalan untuk meraih ridha Allah SWT dan mencapai kemuliaan hidup,” ujar Dwiyana kepada para siswa.
Dwiyana memaparkan keutamaan menuntut ilmu dengan merujuk pada dalil-dalil kuat dalam Al-Qur’an. Ia mengutip Surah Az-Zumar ayat 9 yang menegaskan perbedaan derajat antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui.
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9)
“Ayat ini menegaskan bahwa orang berilmu memiliki kedudukan yang lebih tinggi. Karena itu, semangat menjadi hamba yang berilmu harus menjadi pendorong utama bagi adik-adik semua,” jelasnya.
Selain itu, ia juga membacakan Surah Al-Mujādilah ayat 11: “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujādilah: 11)
Lebih lanjut, Dwiyana mengingatkan bahwa menuntut ilmu bukanlah sekadar pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap muslim, sebagaimana termaktub dalam hadits Nabi Muhammad SAW: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah).
Ia juga menambahkan janji mulia bagi penuntut ilmu, yaitu kemudahan menuju surga. “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga,” (HR. Muslim).
Guna memotivasi para siswa, Dwiyana juga memperkenalkan sejumlah Mahfudzat atau ungkapan Arab bijak yang relevan dengan semangat belajar.
Di antara Mahfudzat yang disampaikan adalah “Man Jadda wa Jada” (Barang siapa bersungguh-sungguh, ia akan berhasil) dan “’Ilmu nur” (Ilmu itu cahaya), yang memiliki makna ilmu dapat menerangi hati dan pikiran dari kegelapan kebodohan.
Ia menyimpulkan, kebangkitan dan kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada ilmu. “Berdasarkan ungkapan ‘bil ilmi tartaqi al-umam’ (Dengan ilmu, suatu bangsa akan maju), kita semua harus bertekad untuk menjadi generasi pembangun bangsa,” tutupnya.
Di akhir sesi, Dwiyana mengajak siswa untuk meneladani nilai-nilai seperti disiplin, tidak mudah putus asa, menghormati guru, dan yang terpenting, menjadikan ilmu sebagai jalan utama dalam beribadah kepada Allah SWT. (M3L)












