PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Dalam upaya memperkuat kesehatan mental dan spiritual umat di tengah dinamika modernitas, Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan WBI Kota Pangkalpinang resmi meluncurkan program inovatif bertajuk praktik Mindfulness (kesadaran penuh). Kegiatan perdana ini diselenggarakan di Vihara Kumala Bodhi, Pangkalpinang, pada Minggu (1/3/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Misno, yang turut membaur bersama puluhan anggota WBI dan umat Buddha setempat dalam sesi latihan meditasi dan olah napas.
Program Mindfulness ini merupakan terobosan baru yang dirancang oleh pengurus WBI tingkat Provinsi dan Kota untuk memberikan wadah bagi umat dalam melatih fokus serta mengelola stres. Praktik kesadaran penuh ini menekankan pada teknik melatih perhatian secara utuh terhadap momen saat ini tanpa penghakiman.
Dalam partisipasinya, Misno memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang diambil oleh WBI. Menurutnya, praktik ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Praktik kesadaran penuh atau mindfulness bukan sekadar ritual, melainkan kebutuhan esensial untuk menjaga kejernihan pikiran di tengah hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari. Kami sangat mendukung program baru ini agar konsisten dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Misno di sela-sela kegiatan.
Kehadiran program ini juga menandai soliditas organisasi perempuan Buddhis di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Berikut adalah poin utama dari pelaksanaan program tersebut:
– Tujuan Utama: Melatih manajemen emosi dan meningkatkan konsentrasi umat dalam beraktivitas maupun beribadah.
– Kolaborasi: Melibatkan pengurus WBI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan WBI Kota Pangkalpinang sebagai fasilitator.
– Target Peserta: Selain anggota organisasi, program ini terbuka bagi seluruh umat di Vihara Kumala Bodhi guna menciptakan komunitas yang sadar secara mental (mindful community)
Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dapat diinternalisasi oleh setiap individu dalam kehidupan keluarga maupun profesional. Dengan latihan yang rutin, diharapkan umat dapat merespons berbagai tantangan hidup dengan lebih tenang, bijaksana, dan penuh kasih sayang.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi diskusi mengenai teknik-teknik dasar mindfulness yang dapat dipraktikkan secara mandiri di rumah. (Imelda)












