PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Gemuruh sukacita menyelimuti Vihara Kumala Bodhi Pangkalpinang pada Sabtu (28/2/2026), saat ratusan umat Buddha berkumpul dalam gelaran Perayaan Imlek Bersama Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI). Acara ini menjadi momentum penguatan moderasi beragama sekaligus ajang silaturahmi lintas generasi di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Hadir mewakili otoritas keagamaan, Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Misno, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, Misno menekankan bahwa perayaan Imlek bukan sekadar tradisi pergantian tahun, melainkan simbol persatuan.
“Kehadiran kita di sini, mulai dari tokoh Sangha hingga muda-mudi, menunjukkan betapa kuatnya akar kekeluargaan kita. Saya berharap semangat Tahun Kuda Api ini memacu kita semua untuk bekerja lebih lincah dan penuh energi dalam menebar kebajikan, sehingga berkah yang kita terima tidak hanya sesaat, melainkan berkelanjutan bagi masyarakat luas,” ujar Misno di hadapan para undangan.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran jajaran tokoh penting dan pemangku kebijakan urusan agama Buddha, di antaranya: Bhikkhu Nyanvirya dari Sangha Agung Indonesia (SAGIN), Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ketua Yayasan Kumala Bodhi beserta jajaran pengurus Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kota Pangkalpinang, serta Perwakilan Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Vihara Kumala Bodhi bertransformasi menjadi panggung kreativitas di mana berbagai lapisan usia menunjukkan kebolehan mereka. Penampilan kesenian yang disuguhkan menjadi cerminan regenerasi umat yang berjalan baik di Pangkalpinang.
1. Siswa Sekolah Minggu Buddha (SMB): Memukau hadirin dengan penampilan gerak dan lagu yang sarat pesan moral.
2. Muda-mudi Vihara: Menampilkan energi positif melalui kreativitas seni kontemporer.
3. Wanita Buddhis Indonesia (WBI): Turut andil menyemarakkan suasana dengan harmoni gerak yang memancarkan ketenangan.
Memasuki Tahun Kuda Api, harapan besar digantungkan pada karakteristik elemen api yang melambangkan semangat membara dan kuda yang melambangkan kecepatan serta kerja keras.
“Melalui kolaborasi antara Kemenag, yayasan, dan seluruh organisasi otonom Buddhis, kita optimis harmoni di Kota Pangkalpinang akan terus terjaga,” tambah Misno menutup pernyataannya.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang mempererat ikatan kekeluargaan antar-umat Buddha di Negeri Serumpun Sebalai. (Imelda)












