PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Rasa nasionalisme dan semangat kebangsaan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang, yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dipertanyakan. Hal ini menyusul sorotan terhadap salah satu pimpinan DPRD dalam Rapat Paripurna Istimewa kedua masa persidangan III Tahun 2026 yang berlangsung baru-baru ini.
Rapat tersebut beragendakan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, suasana paripurna sedikit tercoreng dengan adanya temuan visual yang menunjukkan Wakil Ketua DPRD Pangkalpinang, Hibir, tampak tertidur saat Presiden Prabowo sedang menyampaikan pidatonya.
Kejadian ini menuai kritik karena pidato kenegaraan Presiden dianggap sangat penting, memuat berbagai arahan strategi pembangunan dan keberhasilan kepemimpinan Presiden Prabowo. Sikap tidak menyimak dari pimpinan DPRD Kota Pangkalpinang ini disayangkan, mengingat pentingnya memahami arah pembangunan untuk masa depan Kota Pangkalpinang, terutama selaras dengan rencana “Indonesia Emas 2034” yang dicanangkan pemerintah pusat. Kritik yang muncul mempertanyakan komitmen dan keseriusan para wakil rakyat dalam mengemban amanah masyarakat.
Saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut di ruang kerjanya, Hibir tidak menampik dirinya sempat tertidur. Namun, politisi ini memberikan klarifikasi bahwa ia sedang dalam keadaan sakit pada saat rapat paripurna berlangsung.
“Saat ini saya dalam keadaan sedang sakit, tapi demi menghadiri Paripurna sidang istimewa pidato kenegaraan Presiden Prabowo, saya tetap hadir walaupun dalam keadaan kurang sehat atau sedang sakit,” jelas Hibir.
Lebih lanjut, Hibir juga menambahkan bahwa ia sedang mengonsumsi obat-obatan dalam proses penyembuhan dari penyakitnya tersebut. Hal inilah yang ia sebut sebagai alasan utama mengapa ia sampai tertidur di tengah jalannya rapat paripurna.
Meskipun terdapat klarifikasi dari pihak terkait, kejadian ini tetap menjadi catatan bagi publik mengenai tingkat kedisiplinan dan profesionalisme para wakil rakyat saat menghadiri forum-forum kenegaraan yang penting. (4WD)











