Tingkatkan Kualitas Madrasah, Pengawas PAI Pangkalpinang Gaungkan Deep Learning di MAN 1 Bangka Barat

oleh -303 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA BARAT, BERITA-FAKTA.COM — Tantangan transformatif dalam dunia pendidikan Islam menuntut para pendidik untuk tidak sekadar mentransfer ilmu, melainkan merancang pembelajaran yang mendalam, transformatif, dan berkarakter. Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Kartika Sari, tampil sebagai narasumber utama dalam Rapat Kerja (Raker) dan Workshop Penguatan Kurikulum MAN 1 Bangka Barat yang digelar di Resto & Resort Buana Mega Wisata (BMW), Kamis (13/8).

 

banner 336x280

Di hadapan puluhan tenaga pendidik dan pimpinan madrasah, Kartika Sari memaparkan materi krusial bertajuk “Pengembangan Modul Ajar Deep Learning Insersi KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) serta Penguatan Karakter melalui Modul Kokurikuler Inovatif”. Sesi ini menjadi sorotan utama lantaran menawarkan formulasi konkret dalam menyusun strategi pembelajaran abad ke-21 yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

 

Dalam paparannya, Kartika menegaskan bahwa paradigma pembelajaran di madrasah harus bergeser dari pola hafalan dangkal (surface learning) menuju deep learning (pembelajaran mendalam). Menurutnya, modul ajar yang dirancang guru tidak boleh berhenti pada tingkat pemahaman faktual, melainkan harus mendorong siswa untuk berpikir kritis, menganalisis secara komprehensif, dan mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan dalam konteks kehidupan nyata.

 

“Modul ajar adalah ‘peta jalan’ bagi seorang guru. Jika peta tersebut dirancang dengan pendekatan deep learning, maka siswa tidak hanya diajak untuk sekadar tahu, tetapi dialihrupakan untuk memahami makna, mengeksplorasi keterkaitan antar-konsep, dan menemukan relevansi keilmuan dalam pemecahan masalah sehari-hari,” tegas Kartika.

 

Pendekatan ini kian diperkaya dengan insersi nilai-nilai KBC (Kurikulum Berbasis Cinta). Melalui integrasi ini, setiap capaian pembelajaran keilmuan secara otomatis terikat dengan penguatan budi pekerti dan keanggunan moral. Pembelajaran sains, sosial, maupun bahasa di madrasah kini dituntut untuk senantiasa bernapaskan spiritualitas dan etika.

 

Tak hanya berfokus pada kegiatan intrakurikuler di dalam kelas, MAN 1 Bangka Barat juga membedah pentingnya rekayasa kegiatan kokurikuler melalui penyusunan modul yang terstruktur dan inovatif yang diberikan oleh Nilawati. Modul kokurikuler ini dirancang sebagai jembatan untuk menginternalisasi nilai-nilai karakter secara kontekstual di luar jam pelajaran reguler.

 

Penyusunan modul deep learning berfokus pada pengintegrasian kognisi tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) dengan menyisipkan nilai-nilai budi pekerti secara eksplisit pada setiap alur tujuan pembelajaran (ATP). Pada saat yang sama, penguatan modul kokurikuler inovatif dihadirkan melalui perancangan proyek kolaboratif berbasis masalah sosial-keagamaan yang dirancang khusus untuk melatih empati, kepemimpinan, dan kemandirian siswa. Keseluruhan proses ini kemudian disempurnakan melalui sistem evaluasi holistik yang menggunakan instrumen asesmen komprehensif, sehingga tidak hanya mengukur capaian akademis belaka, melainkan turut merekam jejak perkembangan sikap (affective domain) serta keterampilan hidup (life skills) peserta didik secara berkelanjutan.

 

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diwarnai dengan sesi simulasi penyusunan modul secara mandiri oleh para guru MAN 1 Bangka Barat, diikuti dengan diskusi kritis serta reviu draft modul ajar.

 

Kepala MAN 1 Bangka Barat menyambut baik gagasan dan bimbingan teknis yang disampaikan oleh Pengawas PAI Kemenag Kota Pangkalpinang tersebut. Pihak madrasah berkomitmen untuk segera melakukan finalisasi terhadap seluruh dokumen kurikulum dan modul ajar hasil workshop ini agar dapat diimplementasikan secara optimal pada tahun ajaran berjalan.

 

Melalui penguatan kurikulum berbasis deep learning dan insersi karakter ini, MAN 1 Bangka Barat optimistis mampu mencetak generasi cendekia yang unggul secara intelektual, matang secara emosional, serta memiliki kedalaman spiritual yang kokoh. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.