Teka-Teki Tirai Hitam PT PMM: Antara Nyanyian ‘Sempurna’ Bea Cukai dan Hadangan Badai Satgas TNI AL di Batam

oleh -437 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Bumi Laskar Pelangi kembali menangis. Harta karun Bangka Belitung yang laksana emas hitam, lagi-lagi menguap terbang bagai asap, lenyap dari pelukan ibu pertiwi.

 

banner 336x280

Jagat publik kini diguncang oleh drama ironi, sebuah kapal sarat muatan berharga sempat tertahan dalam sunyi senyap di Pelabuhan Pangkal Balam, namun entah mengapa bisa melenggang kangkung menembus batas, hingga akhirnya dihantam badai penindakan oleh Satgas TNI AL di perairan Batam.

 

Bak panggang jauh dari api, perbedaan jumlah muatan apakah 15 atau 25 kontainer serta ket ketidakselarasan klaim antara sang penegak hukum laut dan otoritas pelabuhan kini memicu tanda tanya besar. Apakah ini sekadar kelalaian administratif, ataukah sebuah simfoni kongkalikong di bawah meja?

 

Di tengah gulita dan gemuruh ombak Kepulauan Riau, KRI Kujang-642 laksana elang laut yang mencium bau bangkai. Kapal Tunda (Tugboat) TB Capricorn, yang berlayar dari rahim Bangka Belitung menuju Singapura, sengaja mematikan ‘mata dan telinganya’ (sistem navigasi AIS). Langkah ini bak musang berbulu domba, mencoba merayap di bawah radar petugas demi menyembunyikan sebuah rahasia triliunan rupiah.

 

Namun, sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Satgas TNI AL menangkap basah kapal tersebut dengan bukti-bukti yang mencengangkan

 

Ditemukan total 25 kontainer milik PT PMM (Putra Prima Mineral Mandiri) yang berakar di Desa Air Anyir, Bangka. Setelah tirai dokumen dibuka, 15 kontainer di antaranya terbukti secara sah memuat titanium oksida dan logam tanah jarang (LTJ) ilegal.

 

Komoditas seberat 390 ton tersebut bukan sekadar tanah biasa, melainkan mengandung unsur radioaktif tinggi yang siap menjadi bahan baku pembuat nuklir di negeri orang.

 

Melihat skala bahaya yang mampu mengguncang pilar keamanan negara, Jampitsus Kejaksaan Agung bersama Kasum TNI pun turun gunung, siap menyeret para ‘tikus pelabuhan’ ke meja hijau peradilan pidana.

 

Bak bumi dan langit, kontras dengan taring tajam TNI AL, Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalpinang, Junanto Kurniawan, justru melempar senandung yang menidurkan. Bagi otoritas darat, hilangnya harta karun seberat ratusan ton itu digaransi sudah Clean and Clear (CNC) alias suci tanpa noda.

 

“Sebelum pengiriman, kita sudah menerima hasil uji lab berupa ilmenit dari Sucofindo dengan kadar di atas 45%, atau sudah memenuhi syarat ekspor,” tutur Junanto dengan nada tenang di ruang kerjanya.

 

Bagi Bea Cukai, semua prosedur berjalan seperti air mengalir: dokumen PEB terbit, sistem mengetuk palu izin (NPE), dan segel resmi pun terpasang erat. Menanggapi racun radioaktif yang dipermasalahkan TNI AL, sang pejabat berkilah dengan majas eufemisme menyebut bahwa tanah Bangka memang sejatinya mengandung logam tanah jarang dan kadarnya “hanya secuil”, tidak sampai 1%.

 

“Yang dilarang itu yang murni. Saya bisa pastikan yang dikirim PT PMM itu bukan murni, karena warnanya hitam pekat, bukan kecoklatan,” pungkasnya membela diri.

 

Di balik perdebatan angka dan dokumen, ada hati masyarakat Bangka Belitung yang teriris sembilu. Bagaimana mungkin bumi yang mereka pijak sekaya surga, namun kehidupan warganya masih merangkak di bawah garis kemiskinan?

 

Peristiwa lolosnya kontainer PT PMM yang berulang kali dari Pelabuhan Pangkal Balam memicu sejuta syak wasangka. Publik menduga ada tangan-tangan tak terlihat (invisible hands) yang sedang merampok isi bumi Babel demi mempertebal kantong pribadi mereka sendiri.

 

Masyarakat kini tidak ingin lagi dinabobokan oleh kertas-kertas izin. Jika hasil penyidikan resmi Kejaksaan Agung membuktikan tanah mereka mengandung radioaktif bernilai triliunan, maka pelapasan barang secara “sunyi senyap” di Pangkal Balam adalah tamparan keras bagi hukum. Rakyat Babel kini berdiri di persimpangan jalan, menunggu keadilan bergema agar harta warisan leluhur tidak lagi dirampas oleh segelintir orang berpangkat. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.