PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Guna menyemarakkan rangkaian perayaan Hari Suci Waisak (Vesakha Sananda) 2570 BE, aksi kemanusiaan berupa kegiatan donor darah sukses digelar pada Minggu (17/05/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang ini menjadi potret nyata penguatan moderasi beragama dan solidaritas kemanusiaan lintas iman.
Aksi sosial ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh gabungan seluruh majelis Buddha yang tergabung dalam pelaksana Panitia Waisak Kota Pangkalpinang. Dalam hal ini, Penyelenggara Buddha Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang bertindak sebagai fasilitator yang menjembatani dan mendukung penuh jalannya sinergi antar-majelis tersebut.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Pembimas Buddha, Ketua PERMABUDHI Babel, Ketua PERGABI Babel, Pimpinan Majelis Buddha, Ketua Lembaga Buddha, Ketua Vihara dan umat.
Hadir memimpin jalannya acara, Penyelenggara Buddha Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Misno, yang sekaligus mewakili Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang untuk membuka acara secara resmi serta memberikan sambutan hangat kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Misno menekankan pentingnya nilai-nilai universal kemanusiaan yang diajarkan dalam setiap agama. Menurutnya, momentum Vesakha Sananda bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan pemantik untuk menebar kebajikan nyata bagi masyarakat luas tanpa memandang sekat perbedaan.
“Aksi donor darah ini adalah wujud konkret dari kepedulian sosial. Melalui setetes darah yang kita sumbangkan, kita sedang merajut harapan hidup bagi sesama yang membutuhkan. Kami di Kemenag sangat mengapresiasi kekompakan seluruh majelis Buddha yang telah bergotong-royong menyukseskan acara ini,” ujar Misno.
Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi acara, antusiasme masyarakat dan umat Buddha di Kota Pangkalpinang terbilang cukup tinggi. Sebanyak 53 orang tercatat mendaftarkan diri sebagai calon pendonor. Namun, setelah melalui tahapan pemeriksaan fisik dan skrining medis yang ketat oleh petugas kesehatan, hanya 36 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya.
Sementara itu, sebanyak 17 pendaftar lainnya terpaksa dinyatakan gagal donor karena tidak memenuhi indikator kualifikasi standar medis. Beberapa kendala yang ditemukan tim medis di antaranya: Kadar Hemoglobin (HB) yang terlalu tinggi/rendah, dan faktor mengonsumsi obat-obatan tertentu pada malam sebelum kegiatan berlangsung.
Menariknya, aksi kemanusiaan ini tidak hanya diikuti oleh umat Buddha. Sejumlah umat Muslim di Kota Pangkalpinang turut ambil bagian dan mengantre bersama untuk mendonorkan darah mereka. Kehadiran masyarakat lintas agama ini pun diapresiasi penuh sebagai simbol kebersamaan, kohesi sosial, dan toleransi yang hidup subur di Bumi Berumpun Sebalai.
“Ini adalah bukti bahwa dalam urusan kemanusiaan dan kebajikan, kita semua sama. Kehadiran saudara-saudara kita yang Muslim dalam perayaan Vesakha Sananda ini menegaskan bahwa setetes darah untuk sesama tidak mengenal batas keyakinan,” pungkas Misno.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan khidmat ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pangkalpinang, sekaligus menjadi inspirasi bagi lembaga dan organisasi keagamaan lain untuk terus menggalakkan aksi serupa demi kemaslahatan umat. (Imelda)












