BANGKA SELATAN, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sukses menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menetapkan awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah. Kegiatan krusial ini dipusatkan di Pantai Batu Perahu, Kabupaten Bangka Selatan, pada Minggu sore (17/5/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kanwil Kemenag Babel, H. Pril Marori, didampingi Plt. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Babel, Hj. Irine Pril Marori. Turut hadir Kepala Bidang Bimas Islam H. Abdul Rohim, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bangka Selatan H.M. Karyawan beserta jajaran pejabat terkait.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Bangka Selatan, H.M. Karyawan, menegaskan bahwa agenda ini memiliki esensi yang mendalam bagi umat.
“Rukyatul hilal bukan sekadar rutinitas memantau hilal, namun merupakan wujud tanggung jawab pemerintah berdasarkan syariat Islam dan keilmuan,” ujar H.M. Karyawan.
Sementara itu, Plt. Kakanwil Kemenag Babel, H. Pril Marori, menjelaskan alasan pemilihan lokasi pemantauan tahun ini. Pantai Batu Perahu dipilih karena nilai strategisnya secara geografis dalam peta astronomi nasional.
“Pada bulan Dzulhijjah kali ini, rukyatul hilal kita agendakan di Bangka Selatan. Kegiatan ini akan menjadi bahan laporan ke Kemenag Pusat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat, karena Pantai Batu Perahu merupakan salah satu dari 88 titik pantau hilal resmi se-Indonesia,” terang H. Pril Marori.
Lebih lanjut, H. Pril Marori menyoroti keunikan bulan Mei 2026 yang dinilainya sebagai bulan penuh berkah. Keberagaman perayaan keagamaan yang berdekatan, mulai dari persiapan Idul Adha, peringatan Kenaikan Isa Al-Masih, hingga Hari Raya Waisak, harus dijadikan momentum memperkuat persatuan.
Ia juga mengapresiasi pencapaian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berhasil meraih peringkat ketiga nasional untuk Indeks Kerukunan Umat Beragama pada tahun 2025 lalu.
“Mari kita jaga prestasi ini dengan bersinergi dan berkolaborasi guna mempertahankan indeks kerukunan umat beragama. Salah satunya melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat lewat prukyatul hilal ini, demi memberikan kepastian bagi umat dalam penetapan hari-hari besar keagamaan,” imbaunya.
H. Pril Marori juga mendoakan agar pelaksanaan ibadah kurban menjelang Idul Adha nanti berjalan sukses, berkah, serta mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT.
Dari sisi teknis astronomi, Tenaga Ahli Badan Hisab Rukyat (BHR) Kanwil Kemenag Babel, H. Mirdhan Hafiluddin, memaparkan kriteria ketat dalam menentukan lokasi observasi hilal. Tempat pemantauan ideal harus berada di dataran tinggi atau dekat pantai dengan ufuk barat (horizon) yang bebas dari penghalang visual.
Berdasarkan data hisab kontemporer, H. Mirdhan mengungkapkan bahwa posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia secara nasional sebenarnya telah memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Secara astronomis, ketinggian hilal tercatat sudah mencapai 3 derajat dengan sudut elongasi di atas 6,4 derajat, serta umur bulan yang sudah memasuki rentang 10 hingga 16 jam.
“Jadi kemungkinan besar esok hari sudah memasuki awal bulan baru (1 Dzulhijjah 1447 H). Rukyatul hilal sore ini menjadi bagian penting dari proses verifikasi lapangan untuk membuktikan hasil hisab yang merupakan perhitungan matematis tersebut,” pungkas H. Mirdhan.
Hasil pemantauan dari Pantai Batu Perahu ini langsung dikirimkan ke Kementerian Agama RI di Jakarta untuk dikombinasikan dengan hasil pemantauan dari puluhan titik lainnya di Indonesia sebagai bahan pertimbangan utama Sidang Isbat awal Dzulhijjah 1447 H. (Gema)












