Sebut Proyek Gagal Rp50 Miliar di Desa Serdang, Rina Tarol Desak Audit Ulang Jalan Nasional Babel

oleh -646 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol, melayangkan kritik keras terkait klaim perbaikan jalan nasional di Desa Serdang yang dibangun menggunakan teknologi mortal foam. Senin,(22/6). Politisi senior ini secara tegas menyebut proyek senilai Rp50 miliar tersebut sebagai proyek gagal dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit ulang secara menyeluruh.

 

banner 336x280

Reaksi keras Rina Tarol ini dipicu oleh pernyataan dari pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Bangka Belitung di sejumlah media. BPJN mengklaim bahwa kerusakan di ruas jalan sepanjang kurang lebih 500 meter tersebut saat ini sudah diperbaiki.

 

Menurut Rina, pernyataan dari pihak otoritas jalan nasional itu sangat menggelitik dan terkesan mengabaikan realita fatal di lapangan.

 

Rina Tarol menegaskan bahwa keterlibatan lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan dalam pengawalan proyek tidak bisa dijadikan tameng pembenaran atas buruknya kualitas fisik pekerjaan.

 

“Proyek itu proyek gagal. Tidak ada hubungannya bahwa proyek itu diawasi oleh Kejaksaan dan pihak-pihak lainnya. Yang pastinya, fisik proyek itu sudah rusak. Pengawasan itu sifatnya hanya administrasi secara lelangnya, tapi untuk pengerjaan fisiknya, itu dinilai sebagai proyek yang gagal,” ujar Rina dengan nada tegas.

 

Ia juga menyoroti rasio anggaran yang sangat fantastis jika dibandingkan dengan volume pekerjaan. Proyek jalan nasional yang dikerjakan oleh BPJN tersebut diketahui hanya memiliki panjang sekitar 500 meter, namun menelan anggaran negara hingga mencapai Rp50 miliar.

Lebih jauh, legislator Bangka Belitung ini mengungkapkan dampak mengerikan dari kerusakan infrastruktur tersebut. Jalan rusak di Desa Serdang tersebut dilaporkan telah memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa masyarakat.

 

Pagu anggaran Rp50 Miliar panjang jalan ± 500 meter teknologi Mortal Foam dampak kerusakan Mengakibatkan kecelakaan fatal hingga jatuhnya korban jiwa.

 

“Apa yang dikatakan oleh pihak BPJN melalui media-media mungkin bisa saja mereka sampaikan, tapi yang pastinya realita di kenyataan lapangan, itu adalah proyek gagal. Ketika jalan itu sudah rusak lalu diperbaiki, itu tetap menjadi permasalahan karena sejak awal pengerjaannya sudah gagal. Apalagi ini uang rakyat yang digunakan tidak tanggung-tanggung, mencapai 50 miliar rupiah,” cecar Rina.

 

Sebagai perpanjangan tangan masyarakat, Rina Tarol meminta instansi terkait dan lembaga auditor negara untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan investigatif terhadap proyek mortal foam ini. Ia tidak ingin kinerja buruk kontraktor dan instansi vertikal justru mengorbankan nama baik DPRD di mata konstituen.

 

“Kami meminta agar segera ditindaklanjuti dan diaudit ulang terkait pengerjaan ini. Jangan sampai kami sebagai wakil rakyat yang memperjuangkan hak-hak masyarakat dinilai buruk dan jelek akibat pengerjaan proyek yang tidak benar dan gagal ini,” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, media terus berupaya mendapatkan klarifikasi teknis lebih lanjut dari pihak BPJN Wilayah Bangka Belitung terkait indikasi kegagalan konstruksi pada proyek bernilai fantastis tersebut. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.