PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Dalam balutan semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan, lintas umat beragama di Kota Pangkalpinang bahu-membahu membersihkan tempat ibadah antariman, Jumat (25/09). Aksi nyata ini diinisiasi oleh Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Pangkalpinang Asri Bebas dari Sampah Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang lewat ajang Gerakan Bersih-bersih Rumah Ibadah.
Kegiatan gotong royong berskala daerah ini diselenggarakan sebagai rangkaian perayaan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang yang jatuh pada 17 September lalu. Lebih dari sekadar aksi saniter rutin, gerakan sosial-keagamaan ini secara spesifik menyasar 7 rumah ibadah yang mewakili 6 agama resmi di Indonesia.
Adapun ketujuh titik lokasi yang menjadi pusat aksi kebersihan tersebut mencakup: Masjid H. Abdurroqieb, Masjid At-Taqwa, Gereja Baptis Indonesia Kalvari Pangkalpinang, Vihara Vimalakirti, Gereja Katolik Paroki Katedral Santo Yosef, Pura Dharma Praja Bhaypark Polda, dan Kelenteng Dewi Laut.
Seluruh jajaran pegawai dan personil Kemenag Kota Pangkalpinang diterjunkan langsung dan dibagi ke dalam kelompok-kelompok tugas sesuai zona lokasi tempat ibadah yang telah ditentukan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, menegaskan bahwa pembersihan rumah ibadah lintas iman ini dirancang untuk memperkokoh fondasi kebangsaan, merawat keberagaman, serta mempererat tali persaudaraan antarumat beragama di Kota Beribu Senyuman.
“Gerakan ini merupakan ikhtiar bersama untuk memupuk rasa persaudaraan dan nilai toleransi di Kota Pangkalpinang. Ketika rumah ibadah bersih, lingkungan Pangkalpinang menjadi asri, dan pada akhirnya masyarakat dapat hidup secara harmonis,” ujar H. Firmantasi di sela-sela kegiatan.
Langkah strategis merangkul enam unsur agama sekaligus dalam aksi ini juga menjadi potret nyata dalam mempertahankan prestasi sosial daerah. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat ini mencatatkan prestasi nasional dengan menduduki peringkat ketiga Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) se-Indonesia.
Melalui sinergi kebersihan ini, Satgas Pangkalpinang Asri dan Kemenag Pangkalpinang berharap nilai-nilai moderasi beragama tidak hanya berhenti pada wacana teoritis, melainkan terwujud dalam tindakan aplikatif yang dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (Imelda)










